Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Solusi Atasi Kecelakaan Perlintasan Kereta Api: Pakar Usulkan Jalan Layang dan Terowongan

Rahmat Sudrajat • Jumat, 1 Mei 2026 | 18:27 WIB
Pemandangan flyover yang memisahkan jalur kendaraan darat dengan lintasan kereta api.(istimewa)
Pemandangan flyover yang memisahkan jalur kendaraan darat dengan lintasan kereta api.(istimewa)

RADAR SURABAYA – Kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api masih menjadi persoalan serius di Indonesia.

Insiden terbaru di kawasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) yang menelan korban jiwa kembali menegaskan urgensi penanganan masalah ini secara menyeluruh.

Pakar transportasi darat, Prof. Ir. Hera Widyastuti, M.T., Ph.D., menilai pembangunan perlintasan tidak sebidang, seperti jalan layang (flyover) dan terowongan (underpass), merupakan solusi paling efektif untuk menghilangkan risiko kecelakaan.

Perlintasan Sebidang Rawan Kecelakaan

Menurut Prof. Hera, perlintasan sebidang memiliki kelemahan mendasar dari sisi desain.

Jalur rel umumnya dibuat lebih tinggi dari permukaan jalan, sehingga kendaraan harus melintas dalam kondisi menanjak. Situasi ini berpotensi memicu kesalahan pengemudi.

“Kondisi jalan menanjak sering membuat pengemudi panik. Risiko terburuknya adalah kendaraan mogok tepat di atas rel saat kereta melintas,” ujarnya, Jumat (1/5).

Baca Juga: Haji 2026: Dua Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Batal Berangkat karena Sakit dan Hamil, Ini Penjelasan PPIH

Selain itu, tingkat keselamatan di perlintasan sebidang sangat bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan dan keandalan palang pintu.

Padahal, kereta api yang melaju hingga 110 kilometer per jam membutuhkan jarak pengereman panjang dan tidak bisa berhenti mendadak.

Jalan Layang dan Terowongan Jadi Solusi

Prof. Hera menegaskan, solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan ini adalah dengan membangun perlintasan tidak sebidang. Infrastruktur ini akan memisahkan jalur kendaraan dan kereta api secara total.

“Selama masih ada perpotongan langsung, risiko kecelakaan akan tetap tinggi. Karena itu, flyover atau underpass menjadi solusi utama yang tidak tergantikan,” tegasnya.

Surabaya Perlu Antisipasi SRRL

Kebutuhan pembangunan infrastruktur ini dinilai semakin mendesak, terutama di Kota Surabaya.

Hal ini berkaitan dengan rencana pengoperasian Surabaya Regional Railways Line (SRRL) yang akan meningkatkan frekuensi perjalanan kereta api di wilayah tersebut.

Baca Juga: Festival Rujak Uleg 2026 Surabaya Jadi Pesta Kolaborasi, Gandeng Komunitas Asing hingga Hotel

Dengan lalu lintas kereta yang semakin padat, pemisahan jalur menjadi syarat penting untuk menjaga keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat.

“Wilayah padat penduduk harus segera menghapus perlintasan sebidang. Ini demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Dukung Pembangunan Berkelanjutan

Selain meningkatkan keselamatan, pembangunan jalan layang dan terowongan juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Langkah ini mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh (poin 9) serta menciptakan kota yang aman dan berkelanjutan (poin 11).

Dengan demikian, percepatan pembangunan perlintasan tidak sebidang tidak hanya menjadi solusi transportasi, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan sistem mobilitas yang modern, aman, dan berkelanjutan di Indonesia.(rmt) 

 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#Perlintasan Sebidang KA #underpass #flyover