Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pemerintah Segera Wujudkan Kampung Haji, 3 Tower Tahun Depan Bisa Digunakan Jemaah, Dekat Masjidil Haram

Rahmat Sudrajat • Kamis, 30 April 2026 | 17:04 WIB
Calon jemaah haji bersiap menuju ke Bandara Internasional Juanda Surabaya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)
Calon jemaah haji bersiap menuju ke Bandara Internasional Juanda Surabaya. (RAHMAT SUDRAJAT/RADAR SURABAYA)

 
 
RADAR SURABAYA - Pemerintah segera membangun kampung haji untuk jemaah haji. Tiga tower untuk menampung jemaah Indonesia rencana tahun depan sudah bisa digunakan. 

Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Prof. Muhadjir Effendy, mengatakan bahwa persiapan pembangunan Kampung Haji kini berjalan secara bertahap dan sudah ada hasil nyata yang bisa dinikmati dalam waktu dekat.
 
Menurutnya, saat ini sudah ada tiga menara atau gedung hunian yang telah diambil alih pengelolaannya oleh Danantara. Ketiga gedung ini diperkirakan sudah dapat digunakan mulai tahun depan dengan daya tampung sekitar 1.600 jemaah.

Baca Juga: Korban Kebakaran Kupang Segunting Surabaya Masih Bertahan di Dapur Umum
 
“Termasuk mudah-mudahan tahun depan juga sudah bisa digunakan tower yang sudah diambil alih oleh Danantara. Ada tiga tower yang bisa menampung kapasitas sekitar 1.600 jemaah. Ini sebagai awal dari upaya kita untuk membangun Kampung Haji,” tegasnya, Kamis (30/4) di Surabaya. 
 
Pembangunan kawasan yang lebih luas juga terus berlanjut dan kini berada dalam tahap pembebasan lahan. Dari total luas wilayah rencana pembangunan sebesar 84.000 hektare, sebanyak 54 hektare di antaranya sudah selesai proses pembebasannya. 

Nantinya di kawasan ini akan dibangun ratusan gedung hunian yang terbagi dalam beberapa blok, dengan tujuan agar sebagian besar bahkan seluruh jemaah Indonesia dapat bermukim di lokasi yang sama selama menjalankan ibadah haji.
 
“Kampung Haji juga sudah diinisiasi, sekarang dalam tahap pembebasan lahan. Dari 84.000 hektare, informasi yang saya dapat sekitar 54 hektare sudah dibebaskan. Di situ nanti akan kita bangun ratusan tower, mungkin ada beberapa puluh blok gitu. Sehingga sebagian besar, kalau bisa seluruh jemaah Indonesia, bisa ditampung di Kampung Haji itu,” jelasnya.
 
Lokasi pembangunan dipilih di kawasan yang sangat strategis, yakni hanya berjarak 2 hingga 2,5 kilometer dari Masjidil Haram, tepatnya di daerah Jabal Hindawiyah, Mekkah. Kemudahan akses juga telah direncanakan dengan baik, nantinya akan dibangun jalur khusus berupa terowongan bawah tanah yang menghubungkan langsung kawasan permukiman dengan tempat ibadah utama tersebut.
 
“Lokasinya di Jabal Hindawiyah, sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Nanti akan ada akses khusus dari Kampung Haji ke Masjidil Haram, mungkin melalui terowongan bawah tanah. Tujuannya agar perjalanan menjadi lebih aman, nyaman, dan tidak terganggu oleh lalu lintas maupun keramaian jemaah lain,” jelasnya.

Baca Juga: BPDP Dorong UMKM Sidoarjo Kembangkan Produk Inovatif Berbasis Komoditas Perkebunan
 
Prof. Muhadjir mengatakan bahwa keberhasilan mewujudkan rencana ini merupakan hasil kerja keras pemerintah, mengingat sebelumnya hal ini dianggap sulit karena peraturan yang berlaku di Arab Saudi.

Sebelumnya, kepemilikan aset properti oleh negara asing tidak diizinkan, namun berkat upaya diplomasi yang dilakukan, peraturan tersebut akhirnya disesuaikan.
 
“Ini visi besar Presiden yang patut kita apresiasi. Selama 40 tahun kita hanya memimpikannya, baru mulai dijalankan di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan kini diteruskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Bahkan pemerintah Arab Saudi pun telah berkorban besar dengan mengubah undang-undang mereka. Persetujuan ini didapatkan berkat hubungan baik dan lobi yang kuat dari Presiden kepada Raja dan Pangeran Arab Saudi,” pungkasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#tower haji #muhadjir effendy #haji #masjidil haram #Kampung haji