RADAR SURABAYA - Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa SD berinisial AS, 9, di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara, viral di media sosial.
Video yang beredar memperlihatkan kondisi tubuh korban penuh lebam, mulai dari tangan, punggung, hingga kaki.
Dalam video yang beredar, korban masih mengenakan seragam sekolah dengan luka memar di beberapa bagian tubuh.
Menurut narasi unggahan, luka-luka tersebut pertama kali diketahui oleh guru korban.
Awalnya, AS enggan menceritakan peristiwa yang dialaminya. Namun setelah dibujuk, ia mengaku dipukuli ayahnya menggunakan kabel charger.
Korban diduga menjadi sasaran kemarahan ayahnya karena telepon genggam milik sang ayah dirusak oleh adiknya. Kasus ini kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian oleh keluarga korban.
Kapolsek Megamendung, AKP Sandi, menyatakan bahwa laporan resmi sudah diterima.
“Dari pihak korban sudah membuat laporan polisi. Kami juga sudah mengambil keterangan saksi serta sedang dalam penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Sandi menambahkan, pihak kepolisian telah melakukan visum terhadap korban dan memastikan anak tersebut mendapat perawatan di rumah sakit dengan pendampingan dari dinas sosial serta wali kelas.
Baca Juga: Gelar Sidang Terbuka, Tiga Calon Doktor S-3 Ilmu Manajemen UK Petra Hadirkan Riset Inovatif
“Untuk korban anak sudah dilakukan visum dan sementara dirawat di RS didampingi pihak dinas sosial dan wali kelas,” pungkas AKP Sandi.
Guru korban menjadi pihak pertama yang mengetahui adanya luka dan mendorong anak untuk bercerita. (net/nur)
Editor : Nurista Purnamasari