Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Haji 2026: Jemaah Haji Wajib Vaksin Meningitis dan Polio, Data Terintegrasi ke Nusuk

Rahmat Sudrajat • Kamis, 16 April 2026 | 15:42 WIB
Calon jemaah haji (CJH) saat melakukan vaksinasi di puskesmas maupun fasyankes sebelum berangkat ke tanah suci. (Rahmat Sudrajat)
Calon jemaah haji (CJH) saat melakukan vaksinasi di puskesmas maupun fasyankes sebelum berangkat ke tanah suci. (Rahmat Sudrajat)

RADAR SURABAYA – Menjelang keberangkatan pada 22 April 2026, kondisi kesehatan calon jemaah haji (CJH) Embarkasi Surabaya menunjukkan tren positif.

Dari total 43.200 jemaah yang akan diberangkatkan dalam 116 kelompok terbang (kloter), angka jemaah dengan risiko tinggi (risti) kesehatan mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Perbaikan ini menjadi indikator keberhasilan proses skrining kesehatan yang lebih ketat serta koordinasi intensif antara pemerintah daerah dan tenaga medis.

Vaksin Meningitis dan Polio Wajib bagi Jemaah Haji

Sesuai ketentuan pemerintah Arab Saudi, seluruh jemaah haji wajib menjalani vaksinasi sebagai syarat utama keberangkatan. Dua vaksin yang diwajibkan adalah meningitis dan polio.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Mantri BRI di Lombok, Sosok Perempuan Berdaya yang Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Sekitar

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam,

menegaskan bahwa vaksinasi menjadi aspek krusial dalam perlindungan kesehatan jemaah selama berada di Tanah Suci.

“Vaksin itu wajib. Nanti akan terdeteksi di sistem Nusuk juga. Jadi, data Siskohatkes otomatis terintegrasi dengan pelaporan kesehatan di Arab Saudi. Kalau tidak ada, ini akan menjadi masalah bagi jemaah sendiri,” ujar Anam, Kamis (16/4).

Sementara itu, untuk vaksin COVID-19, jemaah tidak diwajibkan mengulang selama telah memiliki riwayat vaksinasi sejak 2019.

Adapun vaksin influenza bersifat opsional, namun tetap dianjurkan guna menjaga daya tahan tubuh.

Data Vaksinasi Terintegrasi dengan Sistem Nusuk

Seluruh data vaksinasi jemaah akan tercatat secara digital dan terhubung langsung dengan sistem Nusuk di Arab Saudi.

 Integrasi ini memungkinkan otoritas kesehatan setempat memantau kondisi jemaah secara real-time.

Baca Juga: Asah Skill Jurnalistik Sejak Dini, Siswa SMA Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo Belajar Langsung di Radar Surabaya

Dengan sistem ini, setiap jemaah yang belum memenuhi syarat vaksinasi berpotensi mengalami kendala administratif hingga kesehatan saat berada di Tanah Suci.

Pengecualian untuk Kondisi Medis Tertentu

Meski vaksinasi bersifat wajib, pemerintah tetap memberikan pengecualian bagi jemaah dengan kondisi khusus, seperti ibu hamil atau penderita penyakit tertentu.

Namun, pengecualian tersebut harus disertai rekomendasi resmi dari dokter spesialis agar jemaah tetap dinyatakan laik terbang.

Kondisi Kesehatan Jemaah Lebih Baik

Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, Rosidi Roslan, mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas kesehatan jemaah tahun ini cukup signifikan.

Salah satu indikatornya adalah menurunnya jumlah jemaah yang menggunakan kursi roda. Hal ini menandakan bahwa proses seleksi kesehatan berjalan lebih optimal.

“Secara keseluruhan, kondisi jemaah haji tahun ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Mayoritas sudah memenuhi syarat istitha’ah atau layak berhaji,” kata Rosidi.

Ia juga mengimbau agar jemaah menjaga kondisi kesehatan hingga hari keberangkatan. Koordinasi dengan dinas kesehatan daerah terus dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil.

Dukungan Tenaga Medis dan Fasilitas Lengkap

Menghadapi jumlah jemaah terbesar di Indonesia, BBKK Surabaya telah menyiapkan lebih dari 20 tenaga medis yang bertugas secara bergantian setiap hari.

Selain itu, fasilitas pendukung seperti ambulans dan layanan kesehatan darurat juga telah disiapkan.

Rosidi menyebutkan bahwa tingkat risiko kesehatan jemaah kini dapat dikendalikan, bahkan diperkirakan di bawah 30 persen.

“Setiap daerah sudah memastikan bahwa jemaah yang berangkat benar-benar dalam kondisi sehat, baik secara fisik maupun mental,” pungkasnya.(rmt) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#vaksin meningitis #vaksin influenza #Haji 2026 #vaksin polio