Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tumpukan Sampah Rusak Pesona Kebun Teh Pangalengan, Akses Warga Terganggu

Cak Fir • Kamis, 2 April 2026 | 09:41 WIB
Keadaan: kebun teh yang dipenuhi sampah.
Keadaan: kebun teh yang dipenuhi sampah.

BANDUNG – Keindahan hamparan hijau kebun teh Pangalengan yang biasanya menyejukkan mata kini tercoreng oleh tumpukan sampah. Limbah tersebut terlihat berserakan di sepanjang jalan menuju perkebunan teh di Kampung Bojongwaru, Desa Margamulya, Kabupaten Bandung. Kondisi ini memicu keprihatinan warga sekitar.

Kondisi tersebut tidak hanya merusak pemandangan alam, tetapi juga mengganggu aktivitas warga. Sejumlah warga mengaku kesulitan melintas karena jalur tertutup sampah. Bahkan, beberapa bagian jalan nyaris tidak bisa dilalui.

Baca Juga: Eri Cahyadi Perketat SOP TPS, Larang Sampah Non-Rumah Tangga dan Truk Nakal

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat tumpukan sampah memenuhi pinggir hingga badan jalan. Sampah didominasi plastik, styrofoam, dan limbah rumah tangga. Video tersebut kemudian viral dan menuai berbagai reaksi dari warganet.

Sejumlah warga tampak berinisiatif membersihkan sampah dengan alat seadanya. Aksi tersebut dilakukan secara mandiri tanpa menunggu bantuan petugas. Kegiatan ini pun direkam dan dibagikan di media sosial.

Camat Pangalengan, Vena Andriawan, mengatakan pihak kecamatan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung telah berulang kali melakukan pembersihan. Namun, sampah kembali menumpuk setelah dibersihkan. Hal ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat.

“Pembersihan sudah dilakukan berkali-kali, bahkan sudah dipasang portal di lokasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa upaya tersebut belum memberikan hasil maksimal. Sampah tetap muncul di titik yang sama.

Baca Juga: 6 Kesalahan Fatal Saat Minum Teh yang Bisa Bikin Usus Bermasalah

Ia juga menegaskan bahwa pungutan di lokasi tersebut bukan dilakukan oleh petugas resmi DLH. Praktik tersebut termasuk tindakan ilegal. Masyarakat diimbau untuk tidak terlibat dalam aktivitas tersebut.

Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah berencana memasang kamera pengawas (CCTV). Penjagaan portal juga akan diperketat guna mengidentifikasi pelaku pembuangan sampah ilegal. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera.

Salah satu kendala utama adalah keterbatasan infrastruktur pengolahan sampah. Hingga kini, belum tersedia Tempat Penampungan Sementara (TPS) berkapasitas besar. Kondisi ini membuat pengelolaan sampah belum optimal.

Baca Juga: Jawa Timur Tancap Gas Olah Sampah Jadi Listrik, Khofifah Gandeng 7 Kepala Daerah

Pemerintah setempat terus berkoordinasi dengan berbagai pihak. Mulai dari DLH, Muspika, pemerintah desa, hingga aparat terkait dilibatkan dalam pengawasan. Fokus utama adalah titik-titik yang rawan dijadikan lokasi pembuangan sampah.

Langkah tersebut diharapkan mampu mencegah praktik pembuangan sampah ilegal. Selain itu, pengawasan yang ketat juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Upaya ini penting untuk mengembalikan keindahan kawasan kebun teh Pangalengan. (rra/fir)

Editor : M Firman Syah
#pangalengan #kebun teh #sampah ilegal #lingkungan hidup #limbah