Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Diplomasi RI Berbuah Hasil, Iran Beri Sinyal Positif Kapal Pertamina Melintas Selat Hormuz

Nurista Purnamasari • Senin, 30 Maret 2026 | 09:11 WIB
Kapal pengangkut BBM milik pertamina. (Pertamina International Shipping)
Kapal pengangkut BBM milik pertamina. (Pertamina International Shipping)

RADAR SURABAYA - Di tengah ketegangan geopolitik yang memanas di kawasan Asia Barat, dua kapal milik Pertamina sempat tertahan di Teluk Arab karena penutupan Selat Hormuz oleh pemerintah Iran. 

Namun, titik terang mulai muncul. Iran memberikan sinyal positif bagi kapal Indonesia untuk melintas, menyusul koordinasi intensif antara Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Teheran, dan pihak Pertamina.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan bahwa Iran telah mempertimbangkan secara positif keamanan pelintasan dua kapal milik Pertamina Group. 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Dorong Industri Lokal Naik Kelas dan Job Fair untuk Atasi Pengangguran

“Berdasarkan koordinasi Kemlu dan KBRI Teheran dengan pihak Pertamina, Kedubes Iran di Jakarta dan otoritas terkait di Teheran, telah disampaikan pertimbangan positif atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” ujarnya.

Kapal yang dimaksud adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro, yang saat ini masih berada di Teluk Arab. 

PT Pertamina International Shipping (PIS) menyatakan tengah menyiapkan teknis pelintasan dengan dukungan penuh dari Kemlu RI.

Baca Juga: Klasemen MotoGP 2026 Terbaru: Marco Bezzecchi Melesat, Martin Tertekan!

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Kemlu untuk memastikan pelintasan berlangsung aman. 

“PIS bersama Kemlu tengah membahas teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa keselamatan awak kapal dan keamanan muatan menjadi prioritas utama. 

Baca Juga: Sopir Mengantuk, Taksi Listrik Terperosok di Saluran Air Jalan Ahmad Yani Surabaya

“Sejak isu ini muncul, PIS telah melakukan koordinasi intensif dengan Kemlu yang aktif menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar proses ini berjalan lancar,” tambah Vega.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menyebut bahwa pemerintah telah membuka opsi diversifikasi sumber energi dari kawasan lain di luar Timur Tengah. 

“Kami terus berkoordinasi dengan Kemlu dan Pertamina untuk mendukung kelancaran pelintasan. Diversifikasi pasokan juga dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.

Sebagai informasi, sepanjang 2025, Pertamina mengimpor 135,33 juta barel minyak mentah, dengan 19% berasal dari Arab Saudi. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya, Senin 30 Maret 2026: Dominan Berawan dan Hujan Disertai Petir

Sisanya berasal dari Afrika, Amerika Latin, AS, Malaysia, dan negara lain, termasuk kerja sama jangka panjang dengan Singapura dan Malaysia. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#kapal bbm #selat hormuz #Konflik Geopolitik #kapal pertamina #Pertamina