RADAR SURABAYA - Kementerian Sosial (Kemensos) memastikan program bantuan sosial (bansos) tetap menjadi prioritas meski tengah melakukan efisiensi anggaran.
Penghematan dilakukan pada penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah belanja operasional, menyusul kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada beban anggaran pemerintah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa kepentingan masyarakat tidak akan dikurangi.
“Kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas, seperti bansos reguler, bansos kebencanaan, maupun program atensi, termasuk respons cepat terhadap keluarga yang membutuhkan bantuan dari pemerintah,” ujar laki-laki yang akrab disapa Gus Ipul ini di Jakarta, Rabu (25/6).
Efisiensi dilakukan dengan menyisir anggaran yang tidak bersifat prioritas, seperti kegiatan seremoni atau belanja yang masih bisa ditunda.
Gus Ipul menjelaskan bahwa anggaran dari kegiatan tersebut akan dialihkan untuk kebutuhan mendesak, termasuk menjaga kelancaran distribusi bansos.
Selain itu, penghematan juga diterapkan pada sarana operasional, mulai dari penggunaan listrik, pendingin ruangan (AC), alat tulis kantor, hingga pelaksanaan rapat.
“Mulai dari penggunaan AC, listrik, belanja alat tulis, rapat-rapat, dan lain sebagainya. Semua akan kami efisienkan,” jelasnya.
Gus Ipul menambahkan bahwa besaran anggaran yang dihemat masih dalam tahap perhitungan.
Baca Juga: Ini Pesan Eri Cahyadi dalam Halalbihalal Pemkot Surabaya
“Mungkin bulan depan sudah bisa kami hitung. Saat ini masih dalam proses,” katanya.
Ia mencontohkan, pada tahun sebelumnya Kemensos mampu menghemat sekitar Rp 1 miliar hanya dari efisiensi listrik.
“Itu baru dari listrik saja, belum termasuk komponen lainnya. Nanti tentu akan menyesuaikan,” pungkasnya.
Dengan menekan belanja operasional yang tidak mendesak, pemerintah berupaya menjaga stabilitas sosial dan memastikan masyarakat rentan tetap terlindungi. (mus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari