RADAR SURABAYA– Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) resmi melaporkan dugaan kekerasan fisik dan pelecehan
seksual yang melibatkan mantan pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia, Hendra Basir, kepada International Federation of Sport Climbing (IFSC).
Ketua Umum PP FPTI Yenny Wahid menegaskan, langkah tersebut diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi federasi internasional sekaligus komitmen organisasi dalam menangani kasus secara transparan dan profesional.
“Ketika sudah ada dugaan, harus dilaporkan ke IFSC,” ujar Yenny dalam konferensi pers pengenalan Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026 menuju Asian Games 2026 di Kota Bekasi, Jawa Barat, Rabu (4/3).
Laporan Sesuai Prosedur IFSC
Yenny menjelaskan, pelaporan telah dilakukan sesuai prosedur yang berlaku di IFSC. Dengan demikian, FPTI terikat untuk mengikuti seluruh mekanisme dan proses yang ditetapkan oleh induk organisasi panjat tebing dunia tersebut.
Menurut dia, pelaporan ini bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bagian dari komitmen moral federasi dalam menjaga integritas olahraga panjat tebing Indonesia di level internasional.
“Ini bentuk keseriusan kami menyelesaikan persoalan dan menyampaikannya kepada organisasi yang menaungi cabang olahraga ini secara global,” katanya.
Tim Pencari Fakta Kumpulkan Bukti
Sejak awal Februari 2026, PP FPTI telah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) untuk menelusuri dugaan tindakan kekerasan dan pelecehan seksual tersebut. Tim kini masih bekerja mengumpulkan bukti dan keterangan dari berbagai pihak.
“TPF sedang mengumpulkan bukti dan dalam waktu dekat akan memanggil terduga pelaku untuk dimintai keterangan,” ujar Yenny.
FPTI juga menegaskan bahwa perlindungan terhadap korban menjadi prioritas utama. Privasi atlet dijaga ketat mengingat kasus ini bersifat sensitif dan berdampak besar, baik secara psikologis maupun sosial.
Pelatnas dan Target Asian Games 2026 Tetap Berjalan
Di tengah proses penanganan kasus, FPTI memastikan program pemusatan latihan nasional (pelatnas) tetap berjalan normal.
Sejumlah agenda penting sudah menanti, mulai dari kejuaraan nasional, kejuaraan dunia, hingga persiapan menuju Asian Games 2026 Aichi–Nagoya di Jepang.
Federasi berupaya agar kasus ini tidak mengganggu fokus pembinaan atlet, terlebih panjat tebing Indonesia selama ini menjadi salah satu cabang olahraga andalan di ajang internasional.
Sekretaris Umum PP FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro sebelumnya juga menegaskan komitmen organisasi untuk tidak menoleransi segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, anak, maupun tindakan pelecehan seksual.
Kasus ini menjadi perhatian serius publik olahraga nasional. Transparansi proses hukum dan perlindungan terhadap atlet diharapkan dapat menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus memastikan ekosistem olahraga yang aman dan profesional.
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan