RADAR SURABAYA – Guru Besar Hukum Tata Negara menegaskan tidak tertarik meladeni wacana debat terbuka dengan Menteri Hak Asasi Manusia . Sikap itu disampaikan Zainal melalui pernyataan tertulis di media sosial.
“Sudah ya. Mending kembali ke Ramadan dengan lebih banyak berbisik ke bumi dan mencoba didengar langit,” tulis Zainal.
Dia menambahkan, dirinya ingin mengurangi aktivitas di media sosial selama beberapa waktu ke depan.
Menurut dia, polemik yang berkembang belakangan tidak perlu ditanggapi dengan debat terbuka. “Saya janji untuk banyak puasa medsos. Ini terakhir buat minggu-minggu ini,” ujar Zainal.
Meski demikian, dosen itu menegaskan pentingnya terus mengingatkan pejabat publik. Dia berjanji akan menjelaskan secara lebih panjang dalam tulisan terpisah.
“Kapan-kapan saya jelaskan di tulisan yang panjang kenapa kerja-kerja mengingatkan pejabat publik perlu terus dilakukan. Apapun itu, salam hormat buat semuanya, Tabik,” tulisnya.
Sebelumnya, Natalius Pigai juga membatalkan rencana debat terbuka yang sempat direncanakan berlangsung secara langsung di . Pembatalan itu membuat polemik antara keduanya mereda.
Persoalan ini bermula dari pernyataan Pigai yang mengklaim telah memahami isu HAM sejak usia lima tahun. Dia juga menyebut tidak ada yang keliru dari pandangannya terkait hak asasi manusia.
Pernyataan tersebut kemudian memicu respons dari sejumlah kalangan, termasuk Zainal, yang selama ini dikenal aktif mengkritisi kebijakan publik. Namun, Zainal memilih tidak memperpanjang polemik melalui debat terbuka dan mengalihkan fokus pada refleksi pribadi di bulan Ramadan. (*)
Editor : Lambertus Hurek