RADAR SURABAYA – Pendaftaran program Mudik Gratis 2026 yang digelar Radar Surabaya resmi dibuka dan langsung diserbu calon pemudik, Selasa (24/2). Sejak hari pertama, masyarakat berdatangan ke kantor untuk mengamankan kursi, terutama untuk jurusan Surabaya–Madiun–Ponorogo yang menjadi rute favorit tahun ini.
Antusiasme terlihat di Kantor Radar Surabaya, Jalan Kembang Jepun 167–169 Surabaya. Sejumlah pendaftar rela datang lebih awal demi memastikan diri mendapatkan kuota keberangkatan. Selain pendaftaran langsung, layanan melalui Hotline WhatsApp di nomor 08132217588 juga ramai dihubungi calon peserta. Bagi pendaftar yang melalui WhatsApp akan melakukan registrasi ulang di kantor Radar Surabaya untuk mendapatkan tiket mudik.
Salah satu pemudik, Heri Susetyo mengaku selalu rutin mengikuti Mudik Gratis Radar Surabaya. Pria asli Gedangan Sidoarjo ini bersama istri dan anaknya akan mudik ke Madiun untuk merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
“Saya senang Radar Surabaya kembali mengadakan mudik gratis lagi. Momen setahun sekali ini selalu saya manfaatkan dengan keluarga,” ujarnya.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemberangkatan Mudik Gratis 2026 akan dipusatkan di halaman Universitas Bhayangkara Surabaya, Jalan Ahmad Yani 114 Surabaya, pada 17 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Puluhan armada bus telah disiapkan untuk mengangkut ratusan pemudik menuju berbagai daerah di Jawa Timur. Tiga rute utama yang dilayani yakni Surabaya–Madiun–Ponorogo, Surabaya–Kediri–Tulungagung–Trenggalek, serta Surabaya–Jember–Banyuwangi.
Manager Marketing Radar Surabaya, Lainin Nadziroh, mengatakan antusias pemudik tahun juga sangat tinggi. Hal itu terbukti dengan banyaknya pendaftar di hari pertama.
“Program ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kelancaran arus mudik sekaligus membantu masyarakat,” ujarnya.
Dengan dukungan armada yang memadai dan persiapan matang, Mudik Gratis Radar Surabaya 2026 diharapkan menjadi solusi perjalanan yang praktis, aman, dan nyaman bagi masyarakat yang ingin merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman. (vga)
Editor : Vega Dwi Arista