RADAR SURABAYA – Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) resmi diluncurkan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Minggu (15/2).
Program yang diinisiasi Badan Narkotika Nasional (BNN) RI ini menjadi bagian dari penguatan Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam membangun generasi unggul dan berkarakter.
Peluncuran IKAN menegaskan komitmen pemerintah menghadirkan kurikulum anti narkoba tanpa menambah beban belajar siswa.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, memastikan materi pencegahan narkoba tidak akan menjadi mata pelajaran baru.
“Integrasi ini bukan berarti menambah beban. Substansinya dimasukkan ke dalam mata pelajaran yang relevan.
Kita ingin membangun generasi yang tangguh, bukan generasi yang mudah rapuh,” ujar Abdul Mu’ti saat peluncuran di Grha Sawunggaling Unesa.
Disisipkan dalam Pembelajaran yang Sudah Ada
Menurut Abdul Mu’ti, konsep IKAN mengedepankan pendekatan deep learning dan experiential learning. Materi pencegahan narkoba akan disisipkan dalam pelajaran yang sudah berjalan, sehingga tidak membebani struktur kurikulum.
Langkah ini dinilai strategis karena pendidikan menjadi ruang efektif membangun ketahanan generasi muda terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.
Kolaborasi antara kementerian dan BNN diharapkan mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan berkarakter.
Unesa Perkuat Komitmen Kampus Bersinar
Rektor Unesa, Nurhasan, menegaskan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dalam membentengi mahasiswa dari bahaya narkoba.
Kampus, kata dia, bukan sekadar pusat transfer ilmu, tetapi juga ruang pembentukan nilai dan karakter kebangsaan.
“Pencegahan narkoba adalah fondasi penting untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul dan sehat. Ini bagian dari gerakan kolektif menjaga masa depan bangsa,” ujarnya.
Sejak 2022, Unesa telah membentuk unit kerja antinarkotika dan meraih penghargaan Kampus Bersinar dari BNN Jawa Timur untuk periode 2022–2025.
Pada 2023, Unesa juga mencatat rekor MURI melalui deklarasi antinarkotika yang melibatkan 23 ribu mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.
Selain itu, kampus secara rutin melaksanakan tes urine tahunan terhadap minimal enam persen sivitas akademika serta mengintegrasikan materi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dalam sejumlah mata kuliah wajib.
Bangun Pertahanan Moral dan Intelektual
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menyebut peluncuran IKAN sebagai langkah strategis membangun pertahanan intelektual dan moral bangsa.
Pendidikan, menurutnya, merupakan benteng utama dalam melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba.
“Melalui kurikulum ini, kita membangun kesadaran sejak dini. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan Indonesia,” tegasnya.
Peluncuran IKAN di Unesa diharapkan menjadi model implementasi nasional, mulai dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
Pemerintah menargetkan sinergi lintas sektor terus diperkuat agar upaya pencegahan narkoba berjalan sistematis dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.(rmt)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan