Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BMKG Prediksi Salju Abadi Puncak Jayawijaya Hilang 2027–2028

Muhammad Firman Syah • Rabu, 11 Februari 2026 | 08:08 WIB

Mencair: Lapisan salju abadi yang makin menyusut di puncak.
Mencair: Lapisan salju abadi yang makin menyusut di puncak.

JAYAWIJAYA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi salju abadi di Puncak Jayawijaya, Papua, berpotensi menghilang dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan hasil pemantauan jangka panjang, lapisan es di kawasan tersebut diperkirakan lenyap pada 2027 hingga 2028.

BMKG mencatat penyusutan gletser di Pegunungan Jayawijaya terjadi secara konsisten dari tahun ke tahun. Luasan es yang tersisa kini tinggal kurang dari 0,1 kilometer persegi. Padahal, pada awal 1900-an, luasnya masih mencapai sekitar 10 kilometer persegi.

Baca Juga: Jejak Terakhir Es Abadi di Puncak Jayawijaya, Ilmuwan Prediksi Lenyap pada 2026

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan, pengamatan satelit menunjukkan penurunan luas dan ketebalan tutupan es berlangsung terus-menerus. Perubahan suhu udara, pola curah hujan, serta dampak pemanasan global menjadi faktor utama percepatan pencairan tersebut.

“Kalau melihat tren dari data satelit, luas es di Puncak Jaya terus menurun. Sekarang sudah kurang dari 0,1 kilometer persegi. Dengan kondisi ini, kemungkinan besar salju abadi akan hilang pada 2027 atau 2028,” ujarnya dalam sebuah diskusi, Senin (10/2).

Baca Juga: Badai Salju Ekstrem Lumpuhkan Amerika Serikat: 130 Ribu Rumah Kena Pemadaman Listrik, 14 Ribu Penerbangan Dibatalkan

Ia bahkan menyebut, jika masyarakat memiliki rencana untuk menyaksikan langsung fenomena alam tersebut, sebaiknya dilakukan dalam waktu dekat.

Hilangnya salju abadi tidak hanya mengubah lanskap alam Puncak Jayawijaya, tetapi juga berpotensi berdampak pada ekosistem serta ketersediaan sumber daya air bagi masyarakat sekitar. Fenomena ini menjadi sinyal kuat bahwa perubahan iklim telah memengaruhi wilayah tropis.

“Dengan kondisi suhu permukaan saat ini, keberlangsungan es di Puncak Jayawijaya hampir tidak bisa dipertahankan,” pungkas Ardhasena. (naa/fir)

Editor : M Firman Syah
#Lingkungan #pemanasan global #BMKG #puncak jayawijaya #perubahan iklim