Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

23 Keluarga Prajurit Marinir Korban Longsor di Cisarua Terima Bantuan Rp 340 Juta, Begini Pesan Mensos Gus Ipul

Lambertus Hurek • Selasa, 10 Februari 2026 | 13:52 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyerahkan bantuan dana santunan kepada para 23 orang tua atau ahli waris prajurit korban longsor Cisarua di Markas Korps Marinir,  Cilandak, Jakarta. (ANTARA)
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyerahkan bantuan dana santunan kepada para 23 orang tua atau ahli waris prajurit korban longsor Cisarua di Markas Korps Marinir, Cilandak, Jakarta. (ANTARA)

RADAR SURABAYA - Kementerian Sosial menyalurkan bantuan dana santunan total senilai Rp340 juta kepada 23 keluarga prajurit TNI Korps Marinir yang menjadi korban bencana tanah longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Bantuan dana santunan tersebut diberikan langsung Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Kepala Staf Korps Marinir Mayjen TNI Suherlan kepada para orang tua atau ahli waris korban longsor di Markas Koprs Marinir, Cilandak, Jakarta, Selasa 10 Februari 2026.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat ditemui selepas penyerahan tersebut mengatakan bahwa penyaluran bantuan merupakan bagian dari skema nasional pemerintah dalam memberikan santunan kepada prajurit yang gugur maupun masyarakat yang terdampak bencana.

"Sesuai arahan dari Bapak Presiden Prabowo pemerintah memberikan tali asih kepada keluarga-keluarga korban yang terdampak bencana untuk itulah kehadiran saya bersama rombongan pada hari ini meneruskan apa yang menjadi tujuan Bapak Presiden itu," kata dia.

Menurut dia, bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk tali asih negara untuk memperkuat ketahanan keluarga korban, sekaligus menjadi langkah awal pemulihan sebelum dilanjutkan dengan program pemberdayaan keluarga yang ditinggalkan.

Santunan disalurkan kepada seluruh keluarga korban dengan besaran Rp 15 juta per keluarga atau total Rp 345 juta, yang dialokasikan sebagai bantuan sosial adaptif Kementerian Sosial dan disalurkan secara langsung kepada keluarga penerima.

Selain santunan, Kemensos juga menyiapkan tindak lanjut berupa asesmen kebutuhan keluarga korban guna menentukan bentuk dukungan lanjutan, seperti bantuan usaha, akses pendidikan bagi anak, serta pelatihan keterampilan sesuai kondisi sosial ekonomi masing-masing keluarga.

Saifullah menyebutkan asesmen akan dilakukan secepat mungkin setelah masa berkabung keluarga selesai, agar program pemberdayaan dapat berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan, termasuk potensi dukungan melalui skema bantuan sosial adaptif lainnya.

Adapun sebanyak 23 prajurit Marinir itu menjadi korban longsor saat menjalani latihan untuk persiapan penugasan pengamanan wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Dari 23 prajurit tersebut ada lima jenazah yang saat ini belum berhasil ditemukan oleh tim SAR. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#banjir bandung barat #longsor cisarua #Menteri Sosial (Mensos) #santunan korban longsor #Mensos Gus Ipul