Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tragis: Remaja Sukoharjo Digigit Ular Kobra Saat Buka Paket

Nurista Purnamasari • Minggu, 1 Februari 2026 | 11:18 WIB

 

Ular kobra yang terjerat selotip dari paket dan kemudian menggigit remaja asal Sukoharjo digigit.
Ular kobra yang terjerat selotip dari paket dan kemudian menggigit remaja asal Sukoharjo digigit.

RADAR SURABAYA - Remaja asal Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Sukoharjo digigit ular kobra saat membuka paket belanja online berisi karpet pada Senin (26/1).

Korban, Sakinah, 15, sempat menduga ular berasal dari dalam paket, namun analisis kemudian menyebut ular kemungkinan menyelinap dari dalam rumah.

Ketua Exalos Indonesia, Janu Wahyu Widodo, mengatakan pihaknya telah menjenguk korban di RSUD Sukoharjo sekaligus menyerahkan hasil penggalangan donasi. Berdasarkan keterangan korban, ia menyimpulkan ular bukan berasal dari paket.

“Banyak fakta yang kami dapatkan saat mengunjungi korban gigitan ular di Sukoharjo. Setelah korban bercerita, saya menyimpulkan ular bukan dari paket, melainkan dari rumah,” ujarnya, Sabtu (31/1).

Janu menjelaskan ada jeda sekitar satu jam sejak korban membuka paket hingga membuang sampah plastik.

Dalam rentang waktu itu, ular diduga masuk ke tumpukan plastik dan terjerat lakban sebelum akhirnya menggigit korban.

“Foto yang viral menunjukkan ular dalam lakban. Kemungkinan besar ular terjerat lakban di lantai pasca-unboxing, lalu menggigit satu jam kemudian saat plastik packing akan dibuang,” terangnya.

Namun, kondisi korban semakin parah akibat kesalahan dalam pertolongan pertama. Korban sempat dipijat hingga darah keluar, diberi air panas, dan tangannya diikat di bagian siku.

“Penyebab korban ini menjadi parah hingga harus operasi dan menghabiskan 12 ampul antibisa adalah karena kesalahan awal dalam penanganan gigitan,” jelas Janu.

Ia menekankan pentingnya penanganan cepat dan tepat untuk mencegah penyebaran bisa ular ke seluruh tubuh.

“Dengan pertolongan pertama yang baik, peluang keselamatan korban akan jauh lebih besar serta dapat mengurangi risiko komplikasi berbahaya,” katanya.

Janu juga memberikan empat tahapan pertolongan, pertama menenangkan korban, memasang bidai pada bagian tergigit, segera membawa ke rumah sakit, dan menghindari penanganan yang salah.

Sementara itu, kakak korban, Devia Khaerunnisa, menuturkan bahwa adiknya digigit di bagian lengan kiri setelah membersihkan plastik paket. “Dia merasakan sakit, perih, panas, sampai teriak kesakitan,” ujarnya.

Devia mengakui penanganan awal yang dilakukan warga justru memperburuk kondisi Sakinah. “Penanganan kita ternyata salah. Dari teman Exalos mengatakan dikasih air hangat dan dipijat justru menambah keparahan. Terus diikat, ternyata itu salah. Kalau dari teman Exalos menyarankan untuk diam, tenang, dan segera dibawa ke rumah sakit,” jelasnya.

Saat ini, Sakinah masih menjalani perawatan intensif di RSUD Sukoharjo. Ia telah menerima total 12 ampul antibisa dan menjalani operasi kecil untuk mengeluarkan sisa racun agar tidak menyebar lebih luas.

Kondisi korban berangsur stabil, namun kasus ini menjadi pelajaran penting tentang penanganan darurat gigitan ular berbisa. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Antibisa #paket #sukoharjo #ular kobra #digigit ular