Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bangun Ketahanan Pers, PWI Jatim Kirim 7 Wartawan Ikuti Retret Kemenhan di Bogor

Rahmat Adhy Kurniawan • Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:22 WIB
Ketua PWI Jatim H. Lutfil Hakim (dua dari kiri) bersama para peserta retret.
Ketua PWI Jatim H. Lutfil Hakim (dua dari kiri) bersama para peserta retret.

RADAR SURABAYA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur mengirim tujuh wartawan untuk mengikuti kegiatan retret yang diselenggarakan PWI Pusat bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI).

Retret tersebut berlangsung di Pusat Kompetensi Bela Negara (PKBN) Kemenhan RI, Cibodas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

Tujuh wartawan yang mewakili PWI Jawa Timur merupakan jajaran pengurus dan anggota daerah, yakni Lutfil Hakim (Ketua PWI Jatim), Syaiful Anam (Sekretaris), Andy Setyawan (Bendahara),

Fery Iz Mirza (Sekretaris Dewan Kehormatan), serta Cahyono dan Sunavip Ra Indranata dari PWI Malang Raya, dan Sasmito dari PWI Bojonegoro.

Retret PWI mengusung tema “Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional”.

Kegiatan ini diikuti sekitar 160 peserta yang merupakan perwakilan PWI Pusat dan PWI daerah dari seluruh Indonesia.

Kegiatan retret dibuka oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemenhan RI, didampingi Ketua Umum PWI Pusat Achmad Munir dan Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang.

Dalam sambutan yang dibacakan Kepala BPSDM Pertahanan, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menekankan pentingnya peran pers dalam pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik sebagai bagian dari sistem ketahanan nasional.

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat Achmad Munir menegaskan bahwa Retret PWI merupakan ikhtiar organisasi untuk membentuk wartawan yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki integritas dan kesadaran kebangsaan yang kuat di tengah tantangan disinformasi dan polarisasi publik.

Selama mengikuti retret, para peserta menjalani jadwal kegiatan yang padat. Materi yang disampaikan mencakup penguatan integritas, wawasan kebangsaan, serta pemahaman isu-isu strategis terkait ketahanan nasional.

Sejumlah menteri Kabinet Presiden Prabowo Subianto turut hadir memberikan paparan dan berdialog langsung dengan peserta.

Kedisiplinan menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan. Peserta diwajibkan mengikuti olahraga pagi sebelum waktu salat subuh sekitar pukul 04.00 WIB, apel pagi pukul 07.00 WIB, serta kegiatan fisik dan ketangkasan yang dipandu perwira Akademi Militer.

“Pokoknya lengkap, padat, dan mengasyikkan kegiatannya,” ujar Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim.

Menurut Lutfil Hakim, yang akrab disapa Cak Item, retret ini memberikan banyak manfaat, mulai dari penambahan wawasan kebangsaan, pembentukan integritas pribadi, peningkatan disiplin, hingga olahraga kesehatan dan rekreasi.

“Lebih dari itu, kegiatan ini memperkuat silaturahmi dan koordinasi wartawan dari berbagai daerah di Indonesia dalam satu tujuan besar, yakni persatuan Indonesia,” katanya.

Sekretaris PWI Jatim, Syaiful Anam, menambahkan bahwa istilah retret berasal dari bahasa Prancis la retraite yang berarti menyepi atau menjauhkan diri. Dalam konteks keagamaan, retret juga dimaknai sebagai momen perenungan, meditasi, atau doa.

“Selama retret, kami berada di kawasan PKBN Kemenhan yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Kota Bogor atau sekitar satu jam perjalanan.

Kawasan seluas 21,33 hektare ini memiliki suasana alam yang sejuk, dikelilingi pegunungan, dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan,” ujar pria yang akrab disapa Cak Anam ini.(rak)

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#pwi jatim #Retret