RADAR SURABAYA — Pemerintah menetapkan fokus pembinaan olahraga nasional pada 21 cabang olahraga (cabor) unggulan sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk
memperkuat daya saing Indonesia di level internasional, khususnya menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Kebijakan strategis tersebut dipaparkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir melalui peta jalan bertajuk “20 Cabang Olimpiade dan 1 Road to World Stage” dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Selasa (27/1).
Dalam paparannya, Erick menjelaskan bahwa dari 21 cabor unggulan tersebut, 20 cabang difokuskan langsung untuk target Olimpiade, sementara satu cabang dipersiapkan sebagai identitas Indonesia di panggung olahraga dunia.
Sepak Bola hingga Bulu Tangkis Masuk Cabor Prioritas
Sejumlah cabang populer seperti sepak bola, bulu tangkis, dan angkat besi masuk dalam daftar unggulan, bersama cabang-cabang yang dinilai berpotensi mendulang prestasi di Olimpiade.
Adapun 21 cabang olahraga unggulan yang ditetapkan pemerintah meliputi atletik, senam, akuatik, bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, sepak bola, menembak, judo, tinju,
taekwondo, balap sepeda, voli pantai 2x2, bola basket 3x3, dayung (rowing dan canoe), tenis, anggar, gulat, pencak silat, serta equestrian.
Menurut Menpora, penetapan cabor unggulan ini merupakan bagian dari transformasi besar olahraga nasional agar pembinaan atlet lebih terukur, fokus, dan berorientasi prestasi jangka panjang.
“Kita ingin membangun kembali olahraga Indonesia dengan fokus pada 21 cabang unggulan sesuai dengan program besar Bapak Presiden,” ujar Erick Thohir di hadapan Komisi X DPR RI.
Pencak Silat Jadi Identitas Indonesia di Level Dunia
Khusus pencak silat, pemerintah menempatkannya sebagai cabang road to world stage. Cabang bela diri tradisional tersebut diproyeksikan menjadi representasi budaya dan kekuatan Indonesia di kancah internasional.
Pemerintah berharap pencak silat dapat masuk agenda Olimpiade di masa depan, salah satunya melalui ajang World Combat Games 2027 sebagai batu loncatan menuju pengakuan global.
Target Jangka Panjang hingga Olimpiade 2032
Selain membidik Olimpiade Los Angeles 2028, pembinaan 21 cabor unggulan ini juga dirancang berkelanjutan hingga Olimpiade 2032.
Pemerintah menegaskan bahwa atlet yang dikirim ke ajang internasional bukan sekadar uji coba.
“Atlet yang kita kirim bukan coba-coba. Mereka adalah atlet terbaik yang disiapkan secara serius dengan pendanaan, sport science, dan sistem pembinaan yang matang,” kata Erick.
Dengan fokus pada 21 cabang olahraga unggulan ini, pemerintah berharap pembinaan olahraga nasional semakin tajam, berkelanjutan, dan mampu membawa Indonesia bersaing secara konsisten di panggung olahraga dunia.