Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Jelang Ramadan, Zulhas Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Terkendali

Mus Purmadani • Selasa, 27 Januari 2026 | 14:45 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat bertemu driver ojol di Kantor Bulog Jatim. (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat bertemu driver ojol di Kantor Bulog Jatim. (MUS PURMADANI/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA – Pemerintah memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman serta harga bahan pokok tetap terkendali menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Presiden RI menegaskan agar tidak terjadi kenaikan harga, bahkan mendorong agar harga pangan bisa ditekan turun.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pengendalian harga menjelang hari besar keagamaan menjadi perhatian utama pemerintah pusat. Menurutnya, pengalaman pada momen Natal dan Tahun Baru serta Lebaran tahun lalu menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas harga tahun ini.

“Bapak Presiden selalu menekankan agar harga-harga menjelang hari raya tidak boleh naik. Bahkan beliau ingin harga-harga bisa turun. Alhamdulillah, pada Natal dan Tahun Baru serta Lebaran tahun lalu kita berhasil menurunkan harga. Sekarang sebentar lagi puasa dan Lebaran, jadi stok harus cukup dan harga harus terkendali,” ujarnya seusai membagikan 600 paket sembako kepada ojek online di Kantor Bulog Jatim, Selasa (27/1).

Untuk menahan potensi kenaikan harga, pemerintah terus menggencarkan program pasar murah yang digelar setiap hari di berbagai daerah. Dalam program ini, sejumlah komoditas pangan strategis dijual dengan harga diskon.

“Pasar murah kita lakukan setiap hari. Misalnya beras didiskon 10 persen, telur juga diskon 10 persen. Ini kerja sama dengan pihak swasta seperti ojek online, Grab, Gojek, jadi ongkos pengiriman juga tidak dibebankan ke masyarakat,” jelasnya.

Zulhas menambahkan, pasar murah telah berjalan di berbagai wilayah, termasuk di Jawa Tengah yang dalam beberapa hari terakhir digelar di empat kabupaten secara berturut-turut.

Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, memastikan kesiapan stok pangan di Jawa Timur sangat aman untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran. Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog Jatim mencapai 796.000 ton, cukup untuk kebutuhan hingga 14 bulan ke depan.

“Untuk kesiapan menjelang Ramadan dan Lebaran, kami sangat siap. Stok Bulog Jawa Timur 796 ribu ton dan itu cukup untuk 14 bulan ke depan,” kata Langgeng.

Selain menjaga stok, Bulog Jatim juga aktif menyerap hasil panen petani sejak Januari 2026. Hingga saat ini, serapan setara beras telah mencapai sekitar 17.000 ton, berasal dari gabah kering panen (GKP) sekitar 34.000 ton.

“Kami mulai menyerap sejak 17 Januari. Per hari ini sudah sekitar 17 ribu ton setara beras. Jagung juga sudah mulai kami serap hampir 4 ribu ton. Ini insya Allah akan membantu petani dan juga peternak di Jawa Timur,” ujarnya.

Dalam upaya mengendalikan inflasi, BULOG Jatim terus berkoordinasi dengan Satgas Pangan dan memantau harga harian di seluruh kabupaten/kota. Hasilnya, hingga saat ini harga bahan pokok masih stabil dan berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).

“Setiap hari kami pantau lewat Satgas Pangan. Alhamdulillah sampai kemarin harga masih stabil di bawah HET. Minyak goreng juga sudah terdistribusi dengan baik sesuai Permendag terbaru, dan harga tetap terjaga,” jelas Langgeng.(*)

Editor : Lambertus Hurek
#jelang ramadan #zulkifli hasan (zulhas) #bahan pokok #Menko Pangan #stok pangan #bulog jatim