RADAR SURABAYA - Di Jalan Pacar Nomor 15, Surabaya, pernah berdiri sebuah Gereja Armenia yang megah. Gereja St. George, dibangun pada 1927, menjadi saksi keberadaan komunitas Armenia di Kota Pahlawan pada masa Hindia Belanda.
Pada awal abad ke-20, warga Armenia cukup banyak berdiam di Surabaya.
Mereka datang sebagai pedagang, profesional, dan bagian dari jaringan diaspora Armenia yang tersebar di berbagai kota pelabuhan Asia.
Pembangunan gereja tersebut mendapat bantuan dana dari Perserikatan Armenia Nasional.
Enam belas batu fondasi marmer bahkan dikirim langsung dari Yerusalem. Batu-batu itu diberkati oleh Patriark Armenia Thorgom Gooshakian dan diletakkan oleh Archpriest Bardan Simon Vardanian.
Gedung Gereja St. George dirancang oleh arsitek Belanda dengan gaya Armenia. Peresmiannya berlangsung pada 11 November 1927.
Harian Soerabajasche Courant mencatat suasana upacara peresmian yang khidmat.
Imam Vardan S. Vardanian, yang datang dari Batavia, memulai prosesi dengan menutup tirai antara altar dan umat, lalu membukanya kembali sambil menyalakan lilin-lilin di atas altar.
Tak hanya gereja, di sebelahnya juga didirikan sebuah bengkel teater dan musik bernama Edgar Hall.
Tempat itu menjadi pusat kegiatan budaya komunitas Armenia.
Berbagai perayaan diselenggarakan di sana, termasuk pada 1935 peringatan 1.500 tahun berdirinya abjad Armenia dan terjemahan Alkitab ke dalam bahasa Armenia klasik.
Sebuah sekolah dengan tiga kelas juga dibuka di kompleks tersebut, dibiayai oleh Perserikatan Armenia se-Hindia-Belanda.
Jordan C. Ter Jordanin menjadi salah satu gurunya. Anak-anak dididik dalam bahasa Armenia, agama, sejarah Armenia, dan musik.
Sekolah ini bertahan hingga setelah Perang Dunia II, ketika hampir seluruh warga Armenia di Surabaya bermigrasi ke luar negeri.
Seiring menyusutnya komunitas Armenia, gedung gereja di Jalan Pacar 15 kemudian dibeli oleh komunitas gereja Tionghoa.
Pada 1978, gedung Gereja St. George dibongkar dan digantikan dengan bangunan Gereja Kristen Abdiel (GKA) Gloria. (rek/opi)
Editor : Nofilawati Anisa