Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sungai Lubawang Meluap, 7.435 Rumah Terdampak Banjir di Situbondo

Lambertus Hurek • Minggu, 25 Januari 2026 | 16:13 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi banjir di Situbondo. (ANTARA)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau lokasi banjir di Situbondo. (ANTARA)

RADAR SURABAYA - Sedikitnya 7.435 rumah warga terdampak banjir bandang yang terjadi pada Rabu (21/1) malam di Situbondo. Ribuan unit bangunan tersebut tersebar di enam kecamatan.

Kepala BPBD Situbondo Timbul Surjanto mengungkapkan, jumlah rumah terdampak banjir luapan air sungai bertambah setelah tim dari Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD terus melakukan asesmen di lapangan.

"Selain menangani pasca-banjir, tim BPBD juga terus melakukan asesmen ke lokasi terdampak banjir," ujar Timbul di Situbondo, Minggu (25/1).

Sesuai data terbaru rumah warga terdampak banjir paling parah akibat luapan air Sungai Lubawang di Kecamatan Banyuglugur mencapai 1.271 unit rumah. Meliputi Desa Kalianget 1.065 rumah, Desa Banyuglugur 65, Desa Lubawang 140, dan Desa Tepos satu rumah.

Selanjutnya, dampak terparah banjir luapan air sungai itu di Kecamatan Besuki sebanyak 5.414 rumah. Meliputi Desa Pesisir 2.822 rumah, Kalimas 238, Demung 44, Besuki 2.306, dan Bloro empat rumah.

Hujan dengan intensitas tinggi pada Rabu (21/1) juga menyebabkan sejumlah aliran sungai meluap dan menggenangi 113 rumah warga di Desa Mlandingan Wetan, Kecamatan Bungatan.

"Kami akan terus memperbarui data rumah terdampak banjir, termasuk fasilitas umum, lembaga pendidikan, dan pertanian serta infrastruktur jalan ataupun jembatan," katanya. (ara)

Editor : Lambertus Hurek
#banjir bandang #banjir situbondo #bpbd situbondo #sungai lubawang #khofifah indar parawansa #gubernur jawa timur