RADAR SURABAYA - Seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, telah berhasil diidentifikasi.
Proses ini dilakukan setelah Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulsel menerima 11 kantong jenazah dari tim SAR hasil evakuasi di lokasi kejadian.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyampaikan bahwa dari total 11 kantong, 10 di antaranya berhasil diidentifikasi sesuai dengan manifest penumpang dan kru.
“Telah teridentifikasi seluruh korban sebanyak 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang,” ujarnya dalam konferensi pers di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala Makassar, Sabtu (24/1).
Ia menambahkan, satu kantong lainnya berisi potongan tulang yang diyakini merupakan bagian tubuh salah satu korban.
“Dapat kami sampaikan, dari 11 body pack yang dikirim kemarin, 10 pack sudah teridentifikasi. Satu pack lagi berisi tulang, dan ini bisa dibuktikan sebagai bagian tubuh korban,” jelasnya.
Kepala Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Muh Haris, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan sidik jari, data gigi, properti, dan ciri medis.
“Pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur post mortem dan ante mortem. Dari hasil tersebut, identitas korban dapat dipastikan sesuai dengan manifest,” katanya.
Beberapa korban yang berhasil diidentifikasi antara lain:
1. Yoga Nouval Prakoso (penumpang, pegawai KKP), alamat Jakarta Timur.
2. Ferry Irawan (penumpang, pegawai KKP), alamat Bekasi, Jawa Barat.
3. Muhammad Parhan Gunawan (Co-Pilot), asal Luwu Timur, Sulsel.
4. Hariadi (57, kru pesawat), asal Karanganyar, Jawa Tengah.
5. Dwi Murdiono (40, kru pesawat), asal Bogor, Jawa Barat.
6. Restu Adi Pribadi (40, kru pesawat), asal Halim Perdana Kusuma, Jakarta.
7. Andi Dahananto (58, pilot), asal Tangerang, Banten.
Sebelumnya, tiga jenazah korban lain yakni Florencia, Deden, dan Esther telah diambil pihak keluarga.
Kepala Pusat Identifikasi Pusdokkes Polri, Brigjen Mashudi, menegaskan bahwa tujuh kantong jenazah yang diterima masih bisa diidentifikasi dengan sidik jari.
“Dari tujuh kantong jenazah yang diterima, memang semuanya masih bisa teridentifikasi dengan sidik jari,” ujarnya.
Dengan demikian, seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Proses ini sekaligus menutup tahapan identifikasi korban oleh tim DVI. (ant/nur)
Editor : Nurista Purnamasari