RADAR SURABAYA - Jalur kereta api melalui Pekalongan yang terendam banjir saat ini sudah bisa dilalui dengan kecepatan kereta terbatas. Untuk mengatasi penumpukkan perjalanan KA, Daop 8 Surabaya masih membatalkan sejumlah perjalanan KA jarak jauh hingga Senin (19/1).
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan pembatalan tersebut merupakan dampak dari banjir yang sebelumnya merendam jalur KA di lintas utara, yang menyebabkan potensi kelambatan tinggi sehingga perlu dilakukan optimalisasi untuk mengurangi dampak pada perjalanan lainnya.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Hambat Evakuasi, Tim SAR Pilih Jalur Darat Warga Lokal Angkat Korban Pesawat Jatuh
"Adapun KA yang jadwalnya dibatalkan meliputi KA (7003A) Sembrani Tambahan tujuan Surabaya Pasar Turi – Gambir, KA (263) Ambarawa Ekspres tujuan Surabaya Pasar Turi – Semarang Poncol, KA (1B) Argo Bromo Anggrek tujuan Surabaya Pasar Turi - Gambir,KA (35) Gajayana tujuan Malang - Gambir, dan KA (7001A) Gajayana tambahan tujuan Malang – Gambir," terangnya, Senin (19/1).
Meskipun jalur KA di lintas utara sudah dapat dilalui kembali, dampak sebelumnya masih memengaruhi kelancaran perjalanan. "Saat ini kondisi jalur KA sudah dapat dilalui dengan kecepatan terbatas dan bergantian dengan perjalanan KA lainnya, namun dengan demikian pembatalan perjalanan sejumlah kereta api ini terpaksa dilakukan karena untuk mengantisipasi adanya banyaknya kelambatan KA yang beroperasi," tuturnya.
Selain pembatalan, KAI juga melakukan optimalisasi rangkaian KA untuk menyesuaikan kondisi lapangan. KA yang diatur starmformasi rangkaiannya antara lain KA Harina tujuan Surabaya Pasar Turi - Bandung, KA Gumarang tujuan Surabaya Pasar Turi - Pasar Senen Jakarta, KA Arjuno Ekspres tujuan Malang - Surabaya Gubeng.
Pihak KAI terus memantau kondisi operasional dan petugas tetap siaga untuk memastikan keselamatan. "Kami terus melakukan pemantauan operasional perjalanan jalur KA yang mulai dapat dilewati beberapa KA meski dengan menggunakan kecepatan terbatas. Petugas kami terus siaga untuk memastikan seluruh aspek keselamatan terpenuhi hingga perjalanan kereta api kembali dioperasikan secara normal," katanya.
KAI menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman yang terjadi dan memberikan kemudahan layanan bagi pelanggan terdampak. "Pelanggan yang telah memiliki tiket untuk KA yang dibatalkan dapat melakukan refund 100 persen di luar biaya pemesanan, atau melakukan reschedule tanpa biaya tambahan. Proses tersebut dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun Contact Center 121," jelas Mahendro. (*)
Editor : Lambertus Hurek