Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kasus Perundungan PPDS Unsri Palembang Viral, Junior Dipaksa Bayar Party, Skincare, hingga Olahraga Senior

Nurista Purnamasari • Rabu, 14 Januari 2026 | 10:10 WIB
Ilustrasi perundungan.
Ilustrasi perundungan.

RADAR SURABAYA - Seperti tak ada habisnya, kasus bullying atau perundungan di lingkungan pendidikan dan instansi kesehatan kembali terjadi.

Kali ini seorang mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) mata Universitas Sriwijaya (Unsri) di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang diduga menjadi korban perundungan dan pemerasan oleh seniornya.

Mahasiswa berinisial OM bahkan disebut sempat ingin mengakhiri hidup dan mengundurkan diri dari program akibat tekanan yang dialami.

Selain mengalami perundungan, korban juga diduga dipaksa membiayai gaya hidup mewah para senior.

Biaya yang ditanggung korban mencakup uang semesteran senior, kebutuhan hiburan seperti clubbing dan pesta, alat olahraga, sewa padel, sepeda dan klub sepak bola, hingga pembelian skincare serta konsumsi harian senior.

Direktur Utama RSMH Palembang, Siti Khalimah, menegaskan pihaknya bersama Fakultas Kedokteran Unsri telah melakukan investigasi dan memberikan sanksi.

“FK telah mengeluarkan Surat Peringatan (SP) kepada para pelaku,” ujarnya dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (13/1).

Menurut Khalimah, kasus ini terjadi antar sesama mahasiswa PPDS, yakni antara senior dan junior. “Untuk jumlah pelaku saya kurang tahu, tapi ini antara senior dan junior di lingkungan PPDS. FK Unsri telah memanggil para pelaku dan sudah memberikan SP,” jelasnya.

Ia menambahkan, ada mahasiswa yang tertunda wisudanya sebagai bagian dari sanksi.
Kementerian Kesehatan kemudian mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara program PPDS mata Unsri di RSMH Palembang.

Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) RSMH, Wijaya, membenarkan keputusan tersebut. “Iya benar, dan kemarin diberi tahunya. Sejak kemarin PPDS Mata FK Unsri diberhentikan sementara waktu,” katanya.

Wijaya menjelaskan, pemberhentian dilakukan karena kasus perundungan ini sudah berulang kali terjadi.

“Jadi pemberhentian sementara ini untuk memberikan waktu dan ruang kepada FK Unsri dan RSMH memperbaiki sistem pembelajaran PPDS. Makanya diputuskan untuk menghentikan sementara agar sistem pendidikan bisa dibenahi,” tegasnya. (cnn/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#palembang #universitas sriwijaya #Perundungan #Rumah Sakit Mohammad Hoesin #dokter ppds #unsri