RADAR SURABAYA - Sebuah video viral di jagat maya. Terlihat dalam video tersebut sejumlah warga menggotong jenazah menyeberangi sungai berarus deras.
Peristiwa itu terjadi di Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan, Maluku Utara. Warga harus menggotong jenazah menyeberang sungai karena jembatan penghubung menuju pemakaman ambruk diterjang banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Utara, Hentje Hetharia, membenarkan kejadian tersebut.
“Iya, (warga gotong jenazah menyeberangi sungai) di Loloda Kepulauan itu,” ujarnya dikutip dari Detikcom, Selasa (13/1).
Meski demikian, Hentje mengaku belum mengetahui detail informasi terkait peristiwa tersebut. “Saya belum tahu pak. Nanti coba cek di teman-teman juga. Saya di (Desa) Doitia jadi kurang info,” ucapnya.
Sementara itu, Kabag Humas Pemprov Maluku Utara, Ailan Goraahe, menjelaskan bahwa jembatan menuju pemakaman sebelumnya sudah rusak akibat banjir.
“Jalan desa menuju ke pemakaman, jadi itu (jembatan) dorang pernah bikin, kemudian hanyut (diterjang banjir). Bukan jembatan darurat, dorang bikin dari batang kelapa,” jelasnya.
Ailan menambahkan, Pemerintah Desa Salube sebenarnya berencana membangun jembatan permanen.
Namun, anggaran yang bersumber dari dana desa dialihkan ke pembangunan koperasi merah putih.
“Jadi (pemerintah) desa pernah mau buat, cuma kata pak camat, katanya dorang punya anggaran desa itu dialihkan ke koperasi merah putih, sehingga tidak jadi dibangun,” imbuhnya.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah pria berada di dalam sungai berarus deras. Beberapa di antaranya memegang tali yang diikat pada pohon kelapa untuk menjaga keseimbangan.
Mereka berupaya menyeberangkan keranda berisi jenazah yang ditutupi terpal cokelat, sambil terdengar lantunan kalimat tauhid yang saling bersahutan. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari