Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kebutuhan Telur untuk MBG, BGN Sebut Butuh 1.500 Peternak Ayam Petelur Baru pada 2026

Mus Purmadani • Minggu, 11 Januari 2026 | 17:16 WIB
PROSPEK: Kebutuhan telur untuk program MBG terus dikejar. BGN sebut butuh peternak ayam petelur baru pada 2026. (IST/RADAR SURABAYA)
PROSPEK: Kebutuhan telur untuk program MBG terus dikejar. BGN sebut butuh peternak ayam petelur baru pada 2026. (IST/RADAR SURABAYA)

RADAR SURABAYA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan tambahan sedikitnya 1.500 peternak ayam petelur baru pada 2026. Hal itu untuk menjaga pasokan telur seiring meningkatnya jumlah penerima manfaat.

Ketua Asosiasi Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Rofi Yasifun kepada Radar Surabaya menanggapi hal tersebut dengan mengatakan bahwa sebenarnya produksi dan stok telur di kandang sangat mencukupi.

“Kalau bicara produksi, telur itu sebenarnya aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan, termasuk mendukung program MBG,” ujar Rofi, Minggu (11/1).

Namun demikian, Rofi mengaku menerima informasi dari pemerintah pusat terkait harga telur yang melampaui batas di sejumlah daerah. Disebutkan, harga telur ayam ras di beberapa wilayah telah menembus angka Rp30.000 per kilogram. Meski begitu, ia mengaku tidak mengetahui daerah mana saja.

“Saya dapat informasi dari pusat bahwa di beberapa daerah harga telur sudah di atas Rp30.000. Tapi daerahnya di mana saja, saya belum tahu detailnya,” katanya.

Menurut Rofi, persoalan utama yang perlu mendapat perhatian serius pemerintah bukan semata harga jual telur di tingkat konsumen, melainkan biaya produksi di hulu, khususnya harga pakan ternak. Ia menilai, keberlanjutan usaha peternak sangat bergantung pada stabilitas dan keterjangkauan harga pakan.

“Yang paling penting itu harga pakan ternak harus turun. Percuma kalau harga telur turun, tapi harga pakan masih tinggi. Peternak tetap tertekan,” tegasnya.

Rofi menambahkan, selama biaya pakan belum terkendali, peternak rakyat akan sulit menikmati keuntungan yang layak. Menurutnya pemerintah harus tegas menindak middle man. "Karena middle man ini yang memainkan harga," pungkasnya. (mus/gun)

Editor : Guntur Irianto
#kebutuhan #Upaya #Berita Nasional Hari Ini #Mbg #Makan Bergizi Gratis (MBG) #terbaru #kepala #ayam #butuh #BGN #peternak #Mendesak #program #Badan Gizi Nasional (BGN) #2026 #Pelaksanaan #Berita Nasional #telur #berita #Tambahan