Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Muhaimin Tegaskan Kelakar Prabowo soal “PKB Harus Diawasi” Hanya Bercanda

Rahmat Adhy Kurniawan • Rabu, 7 Januari 2026 | 06:08 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan taklimat awal tahun dalam agenda Retret Jilid II di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).
Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan taklimat awal tahun dalam agenda Retret Jilid II di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

RADAR SURABAYA — Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan

bahwa pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai “PKB harus diawasi terus” tidak mengandung maksud politik tertentu dan semata-mata merupakan kelakar.

Muhaimin menyampaikan hal tersebut usai mengikuti retret jilid kedua Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1) malam.

“Itu bercanda. Tidak ada maksud lain,” ujar Muhaimin kepada wartawan.

Ia juga membantah anggapan bahwa pernyataan tersebut merupakan sinyal kekhawatiran terhadap arah politik PKB ke depan.

“Tidak, itu biasa saja. Sering seperti itu,” katanya.

Kelakar Prabowo Warnai Retret Kabinet

Muhaimin menjelaskan bahwa candaan semacam itu sudah menjadi hal lumrah dalam interaksi politik, termasuk saat para ketua umum partai hadir bersama dalam forum resmi.

“Sering begitu, bercanda seperti itu, gojlokan,” tuturnya.

Sebelumnya, dalam sesi pembuka retret Kabinet Merah Putih awal tahun 2026, Presiden Prabowo menegaskan kekuatan koalisi partai pendukung pemerintah sebelum melontarkan kelakar tersebut.

“Koalisi kita kuat, ya? Ketua partai semua ada. Ketua PKB ada? Oh, Pak PKB ini harus diawasi terus,” ujar Prabowo yang disambut tawa peserta forum.

Relasi PKB dan Pemerintahan Prabowo

Hubungan politik antara PKB dan Prabowo mengalami dinamika sejak Pemilihan Presiden 2024. Saat itu, PKB mengusung pasangan Anies Baswedan–Muhaimin Iskandar,

sementara Prabowo berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka dan berhadapan pula dengan pasangan Ganjar Pranowo–Mahfud MD.

Baca Juga: Solskjaer Siap Pulang ke Old Trafford! Romano Bocorkan Negosiasi Makin Panas, Ratcliffe Incar Pochettino

Namun, setelah kemenangan pasangan Prabowo–Gibran, PKB bersama PKS dan NasDem menyatakan bergabung dalam koalisi pemerintahan.

Dalam struktur Kabinet Merah Putih, PKB memperoleh posisi strategis dengan penunjukan Muhaimin Iskandar sebagai Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

Sementara itu, PKS mengusulkan Prof. Yassierli yang kini menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan.

Koalisi Tetap Solid

Muhaimin memastikan bahwa hubungan antara PKB dan Presiden Prabowo tetap solid serta tidak terpengaruh oleh candaan politik tersebut.

“Tidak ada yang perlu diawasi. Semua berjalan baik,” tegasnya.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen PKB untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#pkb #Muhaimin Iskandar #presiden prabowo subianto #partai kebangkitan bangsa