Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Sinkhole Misterius Muncul di Nagari Situjua Batua Sumatera Barat, Warga Diminta Jauhi Lokasi

Nurista Purnamasari • Selasa, 6 Januari 2026 | 19:41 WIB

 

Sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumatera Barat yang muncul dipersawahan.
Sinkhole di Nagari Situjua Batua, Limapuluh Kota, Sumatera Barat yang muncul dipersawahan.

RADAR SURABAYA — Fenomena sinkhole atau tanah berlubang yang muncul di Nagari Situjua Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), terus menunjukkan pergerakan aktif.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat menyatakan kondisi ini berpotensi membahayakan warga dan telah memasang garis polisi di sekitar lokasi untuk mencegah risiko kecelakaan.

Komandan Regu Tim Reaksi Cepat BPBD Limapuluh Kota, Alexandra, mengatakan bahwa pergerakan tanah masih berlangsung hingga saat ini.

Petugas telah melakukan pendataan awal dan menemukan bahwa lubang tersebut memiliki panjang sekitar 10 meter, lebar tujuh meter, dan kedalaman mencapai 5,7 meter.

“Hingga saat ini pergerakan tanah masih terus terjadi dan hal ini telah diantisipasi dengan memasang garis polisi di sekitar sinkhole,” ujar Alexandra, Selasa (6/1).

Pemasangan garis polisi dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap kemungkinan membesarnya lubang yang dapat mengancam keselamatan warga.

BPBD bersama aparat kepolisian dan pemerintah daerah terus memantau kondisi lapangan dan mengimbau masyarakat untuk tidak melintasi area yang telah ditandai.

“Kami terus mengimbau masyarakat untuk menjaga dan mematuhi peraturan, terutama tidak melewati garis polisi di sekitar tanah yang berlubang,” tambah Alexandra.

Ahli Geologi dan Mitigasi Bencana, Ade Edward, menjelaskan bahwa fenomena sinkhole kerap terjadi di wilayah batu kapur seperti Nagari Situjua Batua.

Menurutnya, kawasan tersebut merupakan daerah karst yang tertutup oleh material erupsi Gunung Sago, sehingga potensi terbentuknya lubang besar tidak terlihat secara kasat mata.

“Sifat dari batuan kapur adalah mudah larut jika terkena air hujan. Retakan yang terjadi bisa berkembang menjadi lubang besar atau sinkhole,” jelas Ade.

Ia menambahkan bahwa kawasan tersebut umumnya digunakan sebagai lahan pertanian oleh masyarakat setempat. Oleh karena itu, penanganan cepat sangat diperlukan untuk mencegah dampak lebih lanjut.

“Pemerintah daerah atau masyarakat perlu segera menutup atau menimbun lubang tersebut dengan material tanah, pasir, batu, hingga dilakukan pengecoran,” tegasnya.

Ade juga menyebut bahwa fenomena ini bukan hal baru bagi warga lokal.“Masyarakat Situjuah sudah lama mengenal fenomena ini dengan sebutan ‘Sawah Luluih’,” ujarnya.

Pergerakan tanah yang masih aktif memicu kekhawatiran akan potensi bahaya bagi warga sekitar.
Pemerintah daerah diminta segera melakukan penanganan teknis, sementara masyarakat diimbau untuk tidak mendekati area yang telah diberi garis polisi.

“Penanganan cepat sangat penting agar tidak terjadi korban jiwa atau kerusakan lebih luas,” tutup Ade Edward. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#fenomena alam #sinkhole #sumatera barat #bpbd #Nagari Situjua Batua