RADAR SURABAYA - Empat orang pekerja meninggal dunia akibat kecelakaan kerja yang memicu longsor di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (2/1).
Seluruh korban ditemukan pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB, sementara dua korban selamat telah dievakuasi ke RS Universitas Padjadjaran untuk mendapatkan perawatan medis.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Bandung, Muhammad Adip, menegaskan proses evakuasi berjalan lancar meski dilakukan secara manual.
“Korban terakhir ditemukan sekitar pukul 19.00 WIB dengan total korban meninggal dunia empat orang. Dipastikan tidak ada lagi korban yang tertimbun dan proses evakuasi telah selesai,” ujarnya.
Adip menjelaskan, evakuasi tidak melibatkan alat berat demi keselamatan tim penyelamat karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan.
“Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan dengan lancar. Evakuasi dilakukan secara manual. Tidak ada alat berat yang diturunkan karena kondisi lokasi yang tidak memungkinkan,” jelasnya.
Data Korban
Korban selamat: Dian, 41, dan Ahmid, 71, warga Desa Cisempur, serta Dahlan, 42, yang berada di lokasi kejadian. Satu pekerja lainnya berhasil lolos dari timbunan material.
Korban meninggal: Ivan dan Ujang (warga Rancaekek, Kabupaten Bandung), Ade Hilir (warga Desa Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung), serta Heri (warga Karasak, Kabupaten Sumedang).
Basarnas menyebutkan hampir 200 personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, dan relawan dikerahkan dalam pencarian.
Material longsoran diperkirakan setinggi tiga meter dengan area terdampak mencapai 10 meter.
Kepala BPBD Sumedang, Dedi Rahmat, mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan.
“Curah hujan di kawasan Jatinangor masih tinggi. Kami mengimbau warga sekitar lokasi untuk meningkatkan kewaspadaan karena potensi longsor susulan tidak bisa diabaikan,” katanya.
BMKG Jawa Barat juga menegaskan bahwa intensitas hujan di wilayah Sumedang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Pemerintah daerah menyiapkan langkah mitigasi darurat, termasuk relokasi sementara bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi rawan. (mtr/nur)
Editor : Nurista Purnamasari