RADAR SURABAYA — Minat wisatawan mancanegara menggunakan moda transportasi kereta api selama libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) terus meningkat.
Sepanjang masa libur tersebut, tercatat 2.913 turis asing menggunakan layanan kereta api dari wilayah kerja KAI Daop 8 Surabaya menuju berbagai destinasi wisata di Pulau Jawa.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengungkapkan bahwa Yogyakarta menjadi tujuan favorit wisatawan mancanegara.
Selain Kota Gudeg, destinasi lain yang banyak dipilih adalah Semarang dan Jakarta Gambir.
“Sejak awal libur Nataru hingga 31 Desember, sebanyak 2.913 wisatawan mancanegara menggunakan kereta api. Tujuan favorit mereka adalah Yogyakarta, disusul Semarang dan Jakarta Gambir,” ujar Mahendro, Kamis (1/1).
Dominasi Keberangkatan dari Gubeng dan Pasar Turi
Sebagian besar turis asing tersebut berangkat dari dua stasiun utama di Kota Surabaya, yakni Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Pasar Turi.
Mahendro merinci, jumlah wisatawan mancanegara yang berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng mencapai 1.391 orang, sedangkan dari Stasiun Pasar Turi sebanyak 699 orang.
Ia menjelaskan, keberadaan sejumlah destinasi wisata ikonik yang mudah dijangkau dari kedua stasiun tersebut menjadi faktor pendorong meningkatnya minat wisatawan asing.
“Dari Stasiun Surabaya Gubeng maupun Pasar Turi, wisatawan dapat dengan mudah mengunjungi House of Sampoerna, Jembatan Suramadu, dan Tugu Pahlawan,” jelasnya.
Tren Wisata Kereta Api Terus Meningkat
Ketertarikan wisatawan mancanegara terhadap perjalanan menggunakan kereta api di Pulau Jawa menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Pada Semester I 2025 (Januari–Juni), tercatat 34.533 turis asing menggunakan layanan kereta api, meningkat 13,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 29.913 orang.
Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan utama wisatawan mancanegara dalam menjelajahi kota-kota wisata di Indonesia karena faktor kenyamanan, ketepatan waktu, dan kemudahan akses menuju destinasi unggulan.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan