Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Aktivis, Aktor, hingga Influencer Jadi Korban Teror Pasca Kritik Penanganan Banjir Sumatera

Nurista Purnamasari • Kamis, 1 Januari 2026 | 14:45 WIB
Sejumlah aktivis dan publik figur mendapat ancaman usai mengkritik penanganan bencana di Sumatera, diantaranya yakni Iqbal Damanik dan Yama Carlos.
Sejumlah aktivis dan publik figur mendapat ancaman usai mengkritik penanganan bencana di Sumatera, diantaranya yakni Iqbal Damanik dan Yama Carlos.

RADAR SURABAYA - Gelombang teror menimpa sejumlah tokoh publik di Indonesia setelah mereka menyuarakan kritik terhadap penanganan pasca-bencana banjir bandang di Sumatera.

Dalam kurun waktu beberapa hari, lima tokoh yakni aktor Yama Carlos, kreator konten Sherly Annavita, DJ Donny, aktivis lingkungan Iqbal Damanik, dan Virdian Aurellio melaporkan mengalami ancaman serius mulai dari peretasan, pelemparan telur, hingga kiriman bangkai ayam dan bom molotov.

1. Yama Carlos

Aktor Yama Carlos mengaku mendapat teror setelah mengunggah video satir terkait penanganan banjir. Meski konten tersebut sudah dihapus, teror tetap berlanjut.

“Ibunya teman saya kena teror dan HP-nya di-hack. Nomornya diambil, lalu si pelaku ini menyuruh teman saya untuk menghapus 12 konten, kalau mau nomor ibunya kembali lagi,” ungkap Yama.

Selain peretasan, Yama juga menerima orderan fiktif bernilai besar yang mengatasnamakan istrinya. Ia menegaskan akan menempuh jalur hukum jika teror tidak berhenti.

2. Sherly Annavita

Kreator konten Sherly Annavita melaporkan teror berupa pelemparan telur busuk, coretan piloks di mobil, serta gulungan kertas berisi ancaman.

“Sherly mendapati satu kantong telur yang sudah dilemparkan, pecahannya sampai ke sana. Mobil juga dicoret warna merah,” jelas Sherly dalam unggahan di Instagram.

Pesan ancaman bahkan menyertakan identitas keluarganya dan tulisan berbahasa Aceh yang menegaskan agar tidak meremehkan musibah.

3. DJ Donny

DJ Donny mengalami teror berupa kiriman bangkai ayam dan pelemparan bom molotov ke rumahnya. “Buat yang ngirim bangkai ayam ke rumah gua, lo itu pengecut dan tolol. Teman-teman, jangan takut bersuara, bahkan presiden kita pun mengizinkan untuk dikritisi,” tegas Donny.

Ia melaporkan insiden pelemparan bom molotov ke Polda Metro Jaya karena membahayakan keluarga dan lingkungan sekitar.

 

4. Iqbal Damanik

Aktivis Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, juga mendapat kiriman bangkai ayam dengan pesan ancaman.

“JAGALAH UCAPANMU APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU,” demikian isi pesan yang ditemukan bersama bangkai ayam di teras rumahnya.

Iqbal sebelumnya aktif mengkritisi banjir bandang dan penanganan pasca-bencana yang dinilai belum maksimal.

5. Virdian Aurellio

Aktivis Virdian Aurellio juga mengaku mengalami rentetan teror dari orang tak dikenal. Peristiwa teror pertama yang dialami Virdian terjadi pada Senin (22/12) lalu di Jakarta Barat. Ia mengaku kaca mobilnya dipecah oleh sejumlah orang yang mengendarai sepeda motor dan mobil.

"Kaca depan (dipecah) dengan batu yang besar oleh tiga motor, 1 motor 1 orang, ada dua orang dan 1 mobil sebagai koordinator," kata Virdian.

Teror kedua, Virdian mengaku rumahnya didatangi oleh dua orang tidak dikenal yang mengaku sebagai polisi. Namun, setelah ditelusuri, dua orang itu bukanlah anggota kepolisian.

"Kemudian saya juga mendapatkan teror lain seperti tempat tinggal saya itu didatangi oleh dua orang yang mengaku sebagai polisi, namun setelah dikroscek itu ternyata bukan kepolisian, jadi itu kita gak tahu siapa," ungkap dia.

Tak hanya itu, keluarganya juga menjadi korban teror tersebut. Aplikasi pesan WhatsApp sang adik diretas.

Analisis Dampak Sosial

Fenomena teror terhadap tokoh publik ini menimbulkan keprihatinan luas. Publik menilai intimidasi semacam ini dapat mengancam kebebasan berpendapat dan iklim demokrasi di Indonesia.

Kritik terhadap penanganan bencana seharusnya dijawab dengan transparansi dan perbaikan kebijakan, bukan dengan ancaman.

Pengamat komunikasi publik menilai aksi teror ini bisa menimbulkan efek chilling effect, yakni membuat masyarakat enggan menyuarakan kritik karena takut mengalami intimidasi serupa. Hal ini berpotensi melemahkan partisipasi publik dalam mengawasi jalannya pemerintahan.

Sejumlah korban teror, termasuk Yama Carlos dan DJ Donny, menyatakan akan menempuh jalur hukum.

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) sekaligus Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid, berkomentar soal teror yang dialami aktivis dan influencer baru-baru ini.

Usman menilai pola teror tersebut memiliki benang merah, yaitu pembungkaman kritik terhadap publik.

Kritik yang dimaksud adalah soal penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatra buntut kebijakan pro-deforestasi.

Padahal, kritik yang disampaikan aktivis dan influencer merupakan bentuk kebebasan dan kemerdekaan berpendapat yang dijamin konstitusi.

"Pola serangan ini memiliki benang merah, yaitu pembungkaman kritik publik atas buruknya penanganan bencana ekologis di Sumatra, akibat kebijakan pro-deforestasi," kata Usman, Kamis (1/1). (trn/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#influencer #tokoh publik #bencana Sumatera #kritik #sumatera #teror #aktivis