Menuju Panggung Dunia! PBMI Siapkan Peta Jalan Prestasi Muaythai Indonesia 2026
Rahmat Adhy Kurniawan• Selasa, 30 Desember 2025 | 01:13 WIB
Ketua Umum PB Muaythai Indonesia (PBMI) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti
PBMI Resmi Buka Rakernas 2025, LaNyalla Tegaskan Disiplin Organisasi dan Target Prestasi Muaythai 2026
RADAR SURABAYA – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Cabang Olahraga Muaythai Indonesia resmi dibuka oleh Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, pada Senin (29/12) di Jakarta.
Rakernas yang digelar secara daring melalui platform Zoom tersebut diikuti secara lengkap oleh 35 pengurus provinsi Muaythai Indonesia dari seluruh Indonesia.
LaNyalla Tekankan Persatuan dan Tertib Organisasi
Dalam sambutannya, LaNyalla menekankan pentingnya kesatuan visi dan tertib organisasi di seluruh jajaran PBMI, baik di tingkat pusat maupun daerah.
“Saya meminta semua pihak menjaga marwah dan tertib organisasi agar Muaythai Indonesia dapat menjalankan roda organisasi serta kewajiban pembinaan dan pencapaian prestasi cabang olahraga Muaythai di Indonesia,” tegas LaNyalla.
Program Besar PBMI 2026
PBMI telah menyiapkan sejumlah agenda strategis untuk tahun 2026, di antaranya:C hampionship Series untuk kategori amatir, dan Nyalla Combat untuk kategori profesional
Ajang ini direncanakan berlangsung di lima wilayah, yakni: satu seri di Sumatera, satu seri di Kalimantan atau Sulawesi, dan tiga seri di Pulau Jawa
“Ini adalah komitmen kita untuk menyediakan panggung yang lebih luas bagi atlet-atlet Muaythai Indonesia untuk mengasah jam terbang dan mental bertanding,” ujar LaNyalla.
Standardisasi Internasional dan Target Prestasi Global
PBMI juga menargetkan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui standardisasi internasional, dengan mewajibkan seluruh pelatihan pelatih, wasit, dan juri menghadirkan pemateri dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA).
Selain itu, PBMI membuka peluang seluas-luasnya bagi atlet berprestasi untuk tampil di kejuaraan internasional.
Untuk agenda domestik terdekat, fokus PBMI adalah mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) cabang bela diri yang akan digelar di Sulawesi Utara pada Juni 2026.
Penguatan Disiplin dan Penegasan Status ASMUTRI
Dalam aspek penguatan organisasi, PBMI telah mengesahkan struktur judicial bodies, meliputi:Komite Disiplin, Komite Etik dan Komite Banding.
LaNyalla juga menegaskan posisi Asosiasi Muaythai Tradisional Indonesia (ASMUTRI) yang berada di bawah KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia).
“Artinya, mereka bukan cabang olahraga prestasi, melainkan olahraga rekreasi. Mereka tidak boleh mengadakan turnamen atau mengikuti kegiatan resmi di tingkat nasional maupun internasional,” tegasnya.
Ia mengingatkan seluruh pengurus PBMI, Pengprov, dan Pengcab agar tidak terlibat dalam kepengurusan ASMUTRI.
Pengetatan Perizinan dan SOP Kegiatan
PBMI juga memperketat mekanisme perizinan kegiatan: Tingkat provinsi wajib mendapatkan izin dan rekomendasi dari PBMI, tingkat kabupaten/kota wajib mendapatkan izin dari Pengprov dengan tembusan ke PBMI
“Hal ini penting untuk menghindari pelanggaran prosedur dan memastikan setiap kegiatan Muaythai di Indonesia terdata dan terstandarisasi,” tutup LaNyalla. (rak)