RADAR SURABAYA - Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah anak perempuan korban tenggelamnya kapal pinisi Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penemuan dilakukan pada Senin (29/12) pagi sekitar pukul 06.30 Wita.
Jenazah pertama kali terlihat oleh seorang nelayan di perairan utara Pulau Serai, sekitar 1,8 mil laut dari titik tenggelamnya kapal.
Kepala Basarnas Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator, Fathur Rahman, menjelaskan proses evakuasi dilakukan segera setelah laporan diterima.
“Kami menerima informasi dari warga Pulau Serai, Bapak Nasaruddin, bahwa beliau melihat satu jenazah mengambang. Tim SAR Gabungan langsung menuju lokasi dengan RIB Pos SAR Manggarai Barat untuk melaksanakan evakuasi korban menuju Labuan Bajo,” kata Fathur.
Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Komodo Labuan Bajo untuk proses identifikasi lebih lanjut. “Tim SAR gabungan tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo pukul 07.30 Wita dan korban langsung dibawa ke RSUD Komodo menggunakan ambulans KPP Labuan Bajo. Ibu dan keluarga korban ikut dalam mobil untuk memastikan identitas melalui proses forensik,” jelasnya.
Kapal pinisi Putri Sakinah tenggelam pada Jumat (26/12) sekitar pukul 20.30 Wita setelah berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar.
Kapal yang membawa 11 orang, terdiri dari enam wisatawan asal Spanyol, empat kru, dan satu pemandu wisata, mengalami mati mesin sebelum diterjang gelombang besar.
Enam wisatawan Spanyol yang menjadi korban adalah keluarga Martin Carreras Fernando, pelatih Tim B sepakbola wanita Valencia CF, bersama istri dan empat anaknya.
Tujuh orang termasuk istri Martin, Mar Martinez Ortuno, dan putri bungsu mereka, Ortuno Andrea, 7, berhasil selamat.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap tiga korban lain yang belum ditemukan, termasuk pelatih Valencia CF Martin Carreras Fernando dan dua anaknya. (dtk/nur)
Editor : Nurista Purnamasari