Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

BMKG Bakal Luncurkan Sistem Peringatan Dini Banjir dan Longsor, Berlaku Mulai 2026

Nurista Purnamasari • Rabu, 24 Desember 2025 | 03:10 WIB

 

Ilustrasi prediksi cuaca BMKG.
Ilustrasi prediksi cuaca BMKG.

RADAR SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan memperluas layanan informasi cuaca mulai 2026 dengan menambahkan peringatan dini longsor dan banjir.

Jika sebelumnya BMKG hanya mengeluarkan peringatan hujan, kini masyarakat akan mendapat gambaran lebih komprehensif mengenai dampak iklim ekstrem di berbagai daerah.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa sistem baru ini dikembangkan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian PUPR, dan Pusat Teknologi Nuklir Bahan Galian (PTNBG) dari Kementerian ESDM.

“Di tahun 2026 BMKG bekerja sama dengan BNPB dan Kementerian PU, juga dengan PTNBG dari Kementerian ESDM. Kita sedang mengembangkan impact-based forecasting,” ujar Faisal dalam konferensi pers Climate Outlook 2026 via Zoom, Selasa (23/12).

Sistem Prakiraan Berbasis Dampak

Faisal menjelaskan bahwa sistem ini akan menganalisis intensitas hujan sedang, lebat, atau sangat lebat dan mengaitkannya dengan potensi bencana di daerah rawan.

“Ketika BMKG memberikan informasi hujan, kita bisa menganalisis dampaknya, apakah ada potensi longsor atau banjir di daerah tersebut,” katanya.

Informasi akan disesuaikan dengan peta kerentanan daerah. BMKG menekankan pentingnya memperkuat data kerentanan agar prakiraan lebih akurat.

“Sebenarnya sudah siap, tetapi ada banyak hal yang perlu kita perkuat terutama untuk menyiapkan peta kerentanannya,” tambah Faisal.

Prediksi Cuaca 2026

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menyebut sebagian besar wilayah Indonesia pada 2026 akan mengalami curah hujan antara 1.500–4.000 mm/tahun.

“Sebagian besar wilayah Indonesia pada 2026 diprediksi akan mengalami curah hujan berkisar antara 1.500–4.000 mm/tahun,” jelas Ardhasena.

Secara umum, sifat hujan diperkirakan normal, namun sekitar 5,1% wilayah akan mengalami curah hujan di atas normal. Suhu rata-rata nasional diprediksi berkisar 25–29°C, lebih rendah dibandingkan tahun 2024.

BNPB mencatat sepanjang 2025 terdapat lebih dari 3.200 kejadian bencana hidrometeorologi di Indonesia, termasuk banjir, longsor, dan puting beliung.

Banjir menjadi bencana paling dominan dengan 1.200 kejadian, disusul longsor sebanyak 700 kejadian.

Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Barat tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerentanan tertinggi terhadap banjir dan longsor. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#BMKG #Hidrometeorologi #bencana #longsor #banjir #sistem peringatan dini