RADAR SURABAYA – Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) bagi calon jemaah haji Jawa Timur tahun 2026 menunjukkan progres signifikan.
Hingga saat ini, sebanyak 27.799 jemaah atau 66 persen dari total kuota telah menyelesaikan pelunasan biaya haji.
Sementara itu, 14.254 jemaah atau sekitar 34 persen lainnya tercatat belum melunasi Bipih. Sebagian besar kendala disebabkan faktor kesehatan yang masih harus dipastikan kelayakannya sebelum keberangkatan.
Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitas Pengembangan Ekosistem Ekonomi Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, Mohammad As’adul Anam, menyampaikan bahwa proses pelunasan saat ini memasuki masa krusial.
“Sekarang sedang berlangsung pelunasan tahap kedua, sedangkan tahap pertama akan berakhir besok. Kami berharap dalam dua hari ke depan progresnya tetap konsisten,” ujar Anam, Senin (22/12).
Target Pelunasan Capai 76 Persen
Anam optimistis persentase pelunasan akan terus meningkat dalam waktu dekat. Jika terjadi penambahan sekitar 5–6 persen, pelunasan diproyeksikan dapat mencapai 76 persen.
“Insyaallah target itu bisa tercapai. Kami mohon doa dari seluruh pihak agar prosesnya berjalan lancar,” katanya.
Pelunasan tahap kedua dijadwalkan berlangsung pada 2–9 Januari 2026. Jemaah yang masuk dalam tahap ini, termasuk jemaah cadangan, telah melalui proses verifikasi di tingkat kabupaten dan kota.
“Status jemaah sudah jelas. Kami meminta mereka tidak menunda, terutama untuk segera menjalani tes kesehatan,” tegasnya.
Jemaah Diminta Segera Tes Kesehatan dan Urus Paspor
Pihak Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur mengimbau jemaah agar tidak menunggu pelunasan untuk mengurus persyaratan administrasi.
“Tes kesehatan sebaiknya langsung dilakukan, disusul pengurusan paspor dan dokumen lainnya,” jelas Anam.
Terkait paspor, ia memastikan tidak ada kendala selama masa berlaku masih aktif, baik paspor lima tahun maupun sepuluh tahun.
Bagi jemaah yang dinyatakan tidak dapat berangkat, pemerintah juga menyiapkan mekanisme pembuatan surat pernyataan kesediaan diberangkatkan atau tidak, sebagai bentuk kepastian administrasi.
BPJS Jadi Syarat Penting Jemaah Haji
Anam juga menekankan pentingnya kepesertaan BPJS Kesehatan bagi seluruh calon jemaah haji.
“Kondisi awal jemaah yang belum sakit memang tidak ditanggung BPJS. Namun jika dalam pemeriksaan ditemukan penyakit, maka pengobatannya bisa menggunakan BPJS. Karena itu, jemaah haji wajib terdaftar sebagai peserta BPJS,” ujarnya.
Jadwal Keberangkatan dan Kloter Pertama
Untuk jadwal keberangkatan, kloter pertama jemaah haji Jawa Timur akan masuk asrama haji pada 21 April 2026 dan berangkat ke Arab Saudi pada 22 April 2026.
Adapun kloter terakhir dijadwalkan masuk asrama pada 21 Mei 2026 dan berangkat sehari setelahnya. Puncak ibadah haji atau wukuf di Arafah direncanakan berlangsung pada 26 Mei 2026.
“Kloter pertama akan diisi oleh jemaah dari wilayah kerja Malang, tepatnya Kabupaten Probolinggo. Ini merupakan hasil kesepakatan internal antarwilayah di Jawa Timur,” pungkas Anam.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan