Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tanpa Cuti Jelang Nataru 2025, KAI Daop 8 Surabaya Pastikan Masinis dalam Kondisi Prima

Rahmat Sudrajat • Senin, 22 Desember 2025 | 00:55 WIB
Masinis dan asisten masinis saat menjalani tes kesehatan sebelum mengoperasikan kereta api di Stasiun Sidotopo, Surabaya.
Masinis dan asisten masinis saat menjalani tes kesehatan sebelum mengoperasikan kereta api di Stasiun Sidotopo, Surabaya.

RADAR SURABAYA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya memastikan seluruh masinis dan asisten masinis berada dalam kondisi prima menjelang arus angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Upaya tersebut dilakukan melalui asesmen ketat dan pemeriksaan kesehatan intensif demi menjamin keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan kereta api.

Seluruh masinis dan asisten masinis diwajibkan lulus asesmen sebelum bertugas mengoperasikan kereta api.

Langkah ini dinilai penting mengingat tingginya volume penumpang selama masa Nataru yang menuntut fokus serta konsentrasi maksimal dari para petugas operasional.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin selalu dilakukan sebelum dinas. Namun, khusus pada periode angkutan Nataru, intensitas dan pengawasannya ditingkatkan.

“Pemeriksaan ini penting untuk memastikan petugas benar-benar dalam kondisi sehat dan siap bekerja.

Masinis dan asisten masinis harus datang 60 hingga 90 menit lebih awal sebelum keberangkatan untuk menjalani berbagai tahapan persiapan,” ujarnya, Minggu (21/12).

Setibanya di lokasi, para petugas menjalani pemeriksaan kesehatan yang meliputi pengecekan suhu tubuh, tekanan darah, serta tes bebas pengaruh alkohol.

Apabila hasil pemeriksaan tidak memenuhi syarat, petugas tersebut tidak diperbolehkan berdinas dan langsung digantikan oleh petugas lain.

“Jika tidak memenuhi ketentuan kesehatan, maka yang bersangkutan tidak boleh menjalankan tugas demi menjaga keselamatan perjalanan,” jelas Mahendro.

Selain pemeriksaan fisik, masinis dan asisten masinis juga mengikuti wawancara terkait penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) bersama penyelia.

Mereka juga menjalani tes tunjuk sebut semboyan perkeretaapian untuk memastikan pemahaman penuh terhadap sistem keselamatan operasional.

Setelah seluruh rangkaian asesmen selesai, petugas menerima dokumen serta perlengkapan perjalanan dinas, kemudian membaca dan menandatangani pernyataan dinas.

Mereka juga diwajibkan membaca dan memahami pengumuman serta instruksi terbaru di kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) kru kereta api.

Mahendro menambahkan, selama masa angkutan Nataru 2025 seluruh masinis dan asisten masinis tidak diperkenankan mengambil cuti. Penangguhan cuti diberlakukan guna memastikan kelancaran operasional layanan kereta api.

“Selama Nataru, seluruh masinis dan asisten masinis wajib menangguhkan cuti. Hal ini karena tingginya jumlah penumpang.

Setiap hari, KAI Daop 8 Surabaya mengoperasikan 58 perjalanan kereta api, terdiri atas 51 KA reguler dan 7 KA tambahan,” ungkapnya.

Meski demikian, tidak semua petugas dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan. Petugas dengan kondisi tertentu, seperti mata merah akibat debu

atau efek konsumsi obat yang menyebabkan kantuk, dipastikan tidak diizinkan bertugas demi menjaga keselamatan perjalanan kereta api. (rmt)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#nataru #surabaya #masinis #PT Kereta Api Indoensia (KAI) #daop 8