Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Resmi Kantongi Paten, Pelat Dada Modifikasi Karya Prof Puruhito Siap Gantikan Teknik Mahal

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 20 Desember 2025 | 00:56 WIB
Prof. Dr. dr. Med. Puruhito, SpB, Sp.BTKV, Subsp. VE (K)
Prof. Dr. dr. Med. Puruhito, SpB, Sp.BTKV, Subsp. VE (K)

RADAR SURABAYA – Inovasi di bidang kesehatan kembali lahir dari dunia akademik. Dokter spesialis bedah toraks kardiak dan vaskular (TKV) Universitas Airlangga, Prof. Dr. dr. Med. Puruhito, SpB, Sp.BTKV, Subsp. VE (K),

berhasil menciptakan pelat dada modifikasi untuk membantu pasien dada cekung (pectus excavatum). Inovasi tersebut kini telah resmi memperoleh hak paten.

Pelat Dada Modifikasi Puruhito (PDMP) dirancang sebagai solusi atas tingginya biaya pengobatan dada cekung yang selama ini mengandalkan teknik Nuss procedure.

Metode tersebut dikenal efektif, tetapi membutuhkan biaya yang tidak sedikit, bahkan dapat mencapai puluhan juta rupiah.

Prof. Puruhito menjelaskan bahwa inovasi ini bertujuan memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Saya sangat bangga dengan inovasi ini karena dapat menekan biaya pembedahan pasien dada cekung yang selama ini sangat tinggi. Ke depan, teknik ini juga direncanakan dapat diterapkan untuk pasien dada burung (pectus carinatum),” ujarnya, Jumat (19/12).

Secara teknis, PDMP merupakan pengembangan dari teknik Willithal–Hegemann yang dipelajarinya dari guru di Jerman.

Teknik tersebut sebelumnya juga merupakan hasil modifikasi dari metode Ravitch. Berbeda dengan pelat konvensional, PDMP menggunakan bahan logam titanium yang memiliki daya lengkung kuat, tetapi tetap fleksibel.

“Desain PDMP dilengkapi lubang-lubang sehingga mudah dibentuk, tetapi tidak mudah kembali lurus. Hal ini memudahkan ahli bedah toraks kardiak dan vaskular saat pemasangan.

Ketebalannya hanya 1,0 milimeter, lebih tipis dibandingkan pelat Willithal–Hegemann yang mencapai 1,5 milimeter,” jelas Prof. Puruhito.

Pelat Dada Modifikasi Puruhito (PDMP) dirancang sebagai solusi atas tingginya biaya pengobatan dada cekung yang selama ini mengandalkan teknik Nuss procedure.
Pelat Dada Modifikasi Puruhito (PDMP) dirancang sebagai solusi atas tingginya biaya pengobatan dada cekung yang selama ini mengandalkan teknik Nuss procedure.

Saat ini, PDMP masih menunggu izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelum dapat digunakan secara luas.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Unair tersebut berencana memasarkan pelat dan teknik pembedahan ini dalam empat pilihan ukuran yang disesuaikan dengan postur tubuh pasien.

Sosialisasi akan dilakukan melalui presentasi ilmiah dan lokakarya bagi para ahli bedah TKV di Indonesia.

Dari sisi biaya, inovasi ini dinilai jauh lebih terjangkau. Prof. Puruhito memperkirakan harga PDMP berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per unit.

Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan biaya Nuss procedure yang bisa mencapai Rp40 juta.

“Harapan saya, pelat ini dapat digunakan secara rutin oleh sejawat ahli bedah TKV sehingga pengobatan pectus excavatum menjadi lebih murah dan terjangkau.

Dengan begitu, masyarakat Indonesia memiliki alternatif teknik pembedahan yang efektif tanpa beban biaya tinggi,” pungkasnya.(rmt) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#TKV #Pelat Dada Modifikasi Puruhito #bedah toraks kardiak dan vaskular #PDMP #Prof Puruhito #Bedah Toraks