RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Medan memutuskan mengembalikan bantuan beras sebanyak 30 ton yang berasal dari luar negeri. Semula, bantuan tersebut diterima untuk penanganan korban bencana alam di sejumlah Pulau Sumatera, termasuk Sumatera Utara. Namun, pemerintah pusat meminta agar bantuan itu dikembalikan sesuai kebijakan nasional.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari menegaskan bahwa sikap pemerintah pusat sudah jelas, yakni Indonesia dinilai mampu menangani bencana alam yang terjadi di Pulau Sumatera secara mandiri.
“Kebijakannya kan sudah disampaikan dengan sangat jelas oleh kepala negara dan ditambahkan oleh penjelasan menteri luar negeri,” ujar Abdul Muhari di Jakarta, Jumat (19/12).
Saat ini, penanggulangan bencana alam di Sumatera masih terus berlangsung, baik di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), maupun Sumatera Barat (Sumbar). Berdasarkan data dashboard penanganan darurat bencana, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.068 jiwa. Sementara korban hilang sebanyak 190 orang dan jumlah pengungsi masih berada di atas 500 ribu jiwa.
Dalam Rapat Kabinet di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menegaskan bahwa Indonesia mampu menangani dampak bencana alam yang melanda tiga provinsi tersebut. Meski mengakui banyak mendapat tawaran bantuan dari kepala negara sahabat, Presiden menyatakan Indonesia sanggup mengatasinya.
“Saya ditelepon banyak pimpinan, kepala negara, ingin kirim bantuan. Saya bilang, terima kasih concern Anda, kami mampu. Indonesia mampu mengatasi ini,” kata Prabowo.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjelaskan bahwa bantuan 30 ton beras yang sempat diterima Pemkot Medan tersebut bukan berasal dari pemerintah suatu negara, melainkan dari organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah.
Penjelasan itu disampaikan Tito dalam konferensi pers di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (19/12). Ia menyebut pemerintah telah berkoordinasi dengan perwakilan negara terkait dan memperoleh kepastian mengenai asal bantuan tersebut.
“Duta besar yang menyampaikan kepada kami tadi malam bahwa bantuan 30 ton beras itu bukan berasal dari pemerintah, tetapi dari Bulan Sabit Merah, semacam PMI,” ujar Tito.
Meski sempat dikembalikan, Tito menambahkan bahwa bantuan beras itu kini telah diserahkan kepada Muhammadiyah Medical Center. Selanjutnya, bantuan tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat dan korban terdampak bencana alam di Sumatera, khususnya di Medan dan wilayah Sumatera Utara.
“Beras itu atas kesepakatan diserahkan kepada Muhammadiyah Medical Center dalam rangka penanggulangan bencana. Muhammadiyah membentuk pusat kemanusiaan di Medan dan berasnya sekarang sudah di tangan Muhammadiyah untuk dibagikan kepada masyarakat,” jelas Tito. (jap)
Editor : Lambertus Hurek