Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Liga Nusantara: Main 10 Orang, Persebata Lembata Tekuk Waanal Brothers Papua, Naik ke Posisi Empat Grup D

Lambertus Hurek • Rabu, 17 Desember 2025 | 04:09 WIB
Persebata Lembata NTT jadi tim kejutan di Liga 4 Nasional 2025. (IST)
Persebata Lembata NTT jadi tim kejutan di Liga 4 Nasional 2025. (IST)


RADAR SURABAYA - Persebata Lembata NTT meraih kemenangan penting atas Waanal Brothers Papua Tengah pada pertandingan Liga Nusantara Grup D yang digelar di Lapangan Thor Surabaya, Selasa (16/12) malam. Gol tunggal Persebata dicetak Baghi pada menit ke-67 lewat tendangan keras yang tak mampu dibendung kiper lawan.

Kemenangan ini mengangkat Persebata ke posisi keempat klasemen sementara Grup D dengan koleksi tujuh poin, setara dengan Persiba Bantul yang berada di urutan ketiga. Sementara itu, Waanal Brothers semakin terpuruk di dasar klasemen. Persekabpas Pasuruan masih kokoh di puncak klasemen dengan 12 poin.

Sejak awal laga, Persebata tampak kesulitan menemukan ritme permainan. Sepanjang 45 menit pertama, tim asal Nusa Tenggara Timur itu gagal mengembangkan permainan dengan baik. Aliran bola dari lini belakang ke lini tengah dan depan kerap tersendat, sementara penyelesaian akhir juga belum maksimal.

Persebata terlalu sering mengandalkan bola-bola panjang. Strategi tersebut tampaknya diarahkan untuk memancing pelanggaran di sekitar kotak penalti Waanal Brothers yang bermain cukup keras. Hal itu terlihat dari banyaknya pelanggaran yang didapatkan Persebata di babak pertama. Namun, peluang-peluang dari situasi bola mati belum mampu dimanfaatkan secara optimal.

Di lini depan, Persebata juga terlihat terlalu bergantung pada Baghi. Kondisi ini dimanfaatkan pemain Waanal Brothers dengan menutup ruang geraknya. Dua pemain lawan hampir selalu menjaga sisi kanan Persebata untuk membatasi pergerakan Baghi, sehingga variasi serangan menjadi minim.

Lini tengah Persebata belum sepenuhnya mampu mengontrol permainan. Seharusnya, mereka bisa bermain lebih cerdas dengan mengandalkan satu-dua sentuhan cepat serta sesekali melakukan penetrasi langsung ke lini depan untuk memecah konsentrasi pertahanan lawan.

Masalah juga muncul di lini belakang. Tercatat ada tiga hingga empat kesalahan fatal yang memberi keuntungan bagi Waanal Brothers. Tim asal Papua Tengah itu sebenarnya memiliki beberapa peluang emas, terutama melalui Waanal Brother yang berasal dari Papua Tengah, namun buruknya penyelesaian akhir membuat peluang tersebut terbuang sia-sia.

Memasuki babak kedua, Persebata melakukan sejumlah penyesuaian, terutama dalam variasi serangan. Perubahan ini membuahkan hasil pada menit ke-67 ketika Baghi melepaskan tendangan keras yang berbuah gol dan menjadi penentu kemenangan.

Namun, kemenangan Persebata sedikit ternodai oleh kartu merah yang diterima Arya pada menit ke-94. Pemain Persebata itu melakukan pelanggaran yang dinilai tidak perlu dan berpotensi merugikan tim pada laga-laga berikutnya.

Meski belum menampilkan permainan yang benar-benar impresif, tiga poin dari laga ini menjadi modal berharga bagi Persebata untuk menjaga peluang bersaing di papan tengah Grup D Liga Nusantara. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Waanal Brother FC #persekabpas #liga nusantara #Waanal Brothers FC #Persebata Lembata #Lapangan Thor