Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

PSSI Tunda Kongres Pemilihan di Seluruh Indonesia, Jatim Ikut Terdampak

Andy Satria • Jumat, 12 Desember 2025 | 03:51 WIB
Ahmad Riyadh didampingi Ketua KP PSSI Jatim Samiaji Makin Rahmat (kiri) dan Sekretaris PSSI Jatim Joko Tetuko.
Ahmad Riyadh didampingi Ketua KP PSSI Jatim Samiaji Makin Rahmat (kiri) dan Sekretaris PSSI Jatim Joko Tetuko.

RADAR SURABAYA – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi menunda pelaksanaan Kongres Biasa Pemilihan PSSI di seluruh Indonesia, termasuk pemilihan Ketua PSSI Provinsi dan Ketua PSSI Kota/Kabupaten.

Penundaan ini diberlakukan hingga batas waktu yang akan diumumkan kemudian.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat bernomor 6794/PGD/894/XII-2025, tertanggal 10 Desember 2025, yang ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi SE.

Dalam surat itu, PSSI mencantumkan empat pertimbangan utama yang menjadi dasar penundaan kongres pemilihan.

Bencana Aceh–Sumatera dan Revisi DBON Jadi Pertimbangan PSSI

Pertimbangan pertama adalah kondisi bencana alam yang masih terjadi di wilayah Aceh dan Sumatera sehingga memengaruhi kesiapan sejumlah daerah untuk mengikuti rangkaian kongres.

Selain itu, pemerintah juga sedang merevisi Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) yang kembali menetapkan 21 cabang olahraga prioritas, termasuk sepak bola.

PSSI turut mempertimbangkan proses penguatan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga terkait pembinaan olahraga serta penyesuaian regulasi melalui revisi Permendagri Nomor 22 Tahun 2011.

Selain itu, terbitnya Permendagri Nomor 27 Tahun 2024 membuka ruang lebih besar bagi kerja sama pengelolaan aset olahraga daerah.

Di sisi lain, proses sosialisasi Statuta PSSI 2025 dan Peraturan Organisasi PSSI 2025 masih berlangsung sehingga memerlukan waktu penyelarasan di seluruh daerah.

PSSI Jawa Timur Termasuk Daerah yang Terdampak

Salah satu daerah yang langsung terdampak adalah PSSI Jawa Timur yang sebelumnya telah memasuki tahap verifikasi bakal calon Ketua PSSI Jatim. Dan Kongres pemilihan dijadwalkan pada 12 Januari 2026.

Ketua PSSI Jawa Timur, Ahmad Riyadh, menegaskan bahwa penundaan kongres merupakan dinamika organisasi yang harus dihormati.

Menurutnya, keputusan PSSI Pusat ini menyasar sekitar 16 hingga 17 provinsi yang masa kepengurusannya telah berakhir atau sedang menjalani tahapan kongres.

Riyadh menjelaskan bahwa penyeragaman jadwal menjadi salah satu alasan penundaan. Sejumlah provinsi seperti Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat juga memasuki masa pergantian kepengurusan.

“PSSI berpendapat pentingnya menunda kongres untuk menyeragamkan seluruh Indonesia. Karena ada daerah yang masa jabatannya berakhir 2025 dan ada yang 2026,” ujarnya.

Tiga Keputusan Penting PSSI dalam Surat Resmi

Dalam surat resmi itu, PSSI menetapkan tiga keputusan utama sebagai tindak lanjut penundaan kongres:

1. Mencabut rekomendasi dan menunda seluruh tahapan Kongres Biasa Pemilihan PSSI Provinsi dan Asosiasi Anggota hingga batas waktu yang akan ditentukan.


2. Menerbitkan ketetapan organisasi bagi PSSI Provinsi dan Asosiasi Anggota yang masa baktinya telah berakhir agar roda organisasi tetap berjalan.


3. Melakukan penyesuaian dan penyeragaman masa bakti seluruh PSSI Provinsi dan Asosiasi Anggota sesuai Statuta PSSI 2025.

Pemilihan Ketua PSSI Jatim Ikut Tertunda

Dengan adanya penundaan ini, proses pemilihan Ketua PSSI Jawa Timur yang sudah memasuki tahapan krusial harus menunggu keputusan lanjutan dari PSSI Pusat.

Penyesuaian ini diharapkan dapat memastikan pelaksanaan kongres yang lebih matang dan selaras dengan regulasi terbaru, sehingga memperkuat tata kelola organisasi sepak bola nasional.

Riyadh memastikan bahwa penundaan ini bukan persoalan besar dan diperkirakan tidak berlangsung lama.

“Kalau demi kebaikan organisasi, saya pikir tidak apa-apa. Toh penundaan hanya beberapa bulan,” ujarnya.(sam) 

 

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#pemilihan #pssi jatim #ahmad riyadh #kongres biasa #pssi