Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kasus Penipuan Wedding Organizer Ayu Puspita: 230 Pasangan Jadi Korban, Kerugian Capai Rp 16 Miliar

Nurista Purnamasari • Selasa, 9 Desember 2025 | 03:25 WIB
Kasus penipuan wedding organizer Ayu Puspita merugikan 230 pasangan dengan total kerugian Rp 16 miliar.
Kasus penipuan wedding organizer Ayu Puspita merugikan 230 pasangan dengan total kerugian Rp 16 miliar.

RADAR SURABAYA - Kasus penipuan wedding organizer (WO) Ayu Puspita menghebohkan publik setelah terungkap ratusan pasangan pengantin menjadi korban. Total korban mencapai 230 pasangan dengan kerugian ditaksir hingga Rp 15–16 miliar.

Skandal ini mencuat setelah sejumlah pesta pernikahan berakhir tanpa hidangan dan layanan yang dijanjikan, memicu penggerudukan rumah Ayu Puspita oleh para korban.

Rumah Ayu Puspita yang berada di kawasan Cipayung, Jakarta Timur tampak didatangi para korban yang rata-rata adalah pengantin baru, Minggu (7/12).

Kepala Unit Reskrim Polsek Cipayung, Iptu Edy Handoko membenarkan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya puluhan orang yang menggeruduk rumah pemilik WO Ayu Puspita.

"Ada juga korban yang melapor ke Polda Metro Jaya," kata Ipdtu Edy Handoko, Senin (8/12).
Edy menuturkan, korban yang merasa ditipu oleh terduga pelaku berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Bekasi hingga Bogor, Jawa Barat.

Para korban rata-rata sudah membayar penuh biaya, namun ada juga yang baru memberikan uang tanda jadi.

Sementara itu, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Alfian Nurrizal mengatakan, polisi ikut mendampingi masyarakat yang mengadu dan mendatangi rumah Ayu Puspita.

Di rumah itu berkumpul lebih dari 200 orang untuk meminta pertanggungjawaban kepada Ayu Puspita.

"Situasi sempat memanas karena massa menuntut pertanggungjawaban pihak wedding organizer," kata Alfian.

Ayu Puspita, pemilik WO Madelief, diduga menjalankan bisnis dengan skema Ponzi alias “gali lubang tutup lubang”.

Dana dari klien baru digunakan untuk menutup kebutuhan klien lama, hingga akhirnya tidak mampu lagi memenuhi kewajiban.

“Kami menemukan pola pengelolaan keuangan yang tidak sehat. Dana klien dialihkan untuk kepentingan pribadi,” ungkap Alfian.

Kasus ini disebut sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir, dengan modus menawarkan paket pernikahan mewah namun tidak pernah terealisasi. Akibatnya, banyak pasangan kehilangan momentum sakral pernikahan mereka.

Kerugian yang dialami korban tidak hanya berupa dana, tetapi juga reputasi dan rencana hidup. Lebih mengejutkan, dana hasil penipuan digunakan Ayu Puspita untuk gaya hidup mewah.

Ia kerap tampil di media sosial dengan barang-barang branded, pesta glamor, dan liburan, yang belakangan diketahui berasal dari uang klien.

“Dana Rp 16 miliar itu dipakai untuk gaya hidup pribadi, bukan untuk operasional WO,” tulis laporan resmi.

Cerita Para Korban

Banyak pasangan yang kehilangan momen sakral pernikahan mereka. Salah satunya, Rina dan Andi, pasangan asal Bekasi, yang mengaku pesta pernikahan mereka berantakan karena katering tidak datang.

“Kami sudah bayar Rp 120 juta untuk paket lengkap. Tapi di hari H, tidak ada makanan, tamu pulang dengan kecewa. Itu luka yang tidak bisa hilang,” kata Rina dengan mata berkaca-kaca.

Korban lain, Dewi dan Arman, bahkan harus menunda pernikahan karena dekorasi dan gaun pengantin tidak pernah dikirim.

“Kami malu pada keluarga besar. Semua undangan sudah disebar, tapi pesta batal. Uang kami hilang, mimpi kami hancur,” ujar Arman.

Beberapa korban juga mengaku mengalami trauma psikologis karena pernikahan yang seharusnya menjadi hari bahagia berubah menjadi bencana.

“Ini bukan sekadar kerugian finansial, tetapi juga luka emosional bagi pasangan yang kehilangan momen sakral mereka,” tegas salah satu korban.

Kasus penipuan WO Ayu Puspita menjadi peringatan keras bagi calon pengantin agar lebih selektif memilih vendor pernikahan. 

Kasus ini kini ditangani aparat kepolisian, sementara publik menuntut adanya regulasi lebih ketat terhadap bisnis wedding organizer agar kejadian serupa tidak terulang. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Ayu Puspita #Gaya Hidup #jakarta timur #pasangan pengantin #wo #wedding organizer #Skema Ponzi #penipuan wedding organizer