Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Kabar gembira Bagi Peternak! Bantuan SPHP Jagung Diperpanjang hingga Januari 2026

Nurista Purnamasari • Rabu, 3 Desember 2025 | 14:57 WIB

 

Ilustrasi jagung untuk pakan ternak.
Ilustrasi jagung untuk pakan ternak.

RADAR SURABAYA - Pemerintah membawa kabar gembira bagi para peternak lokal, program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung diperpanjang hingga akhir Januari 2026.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menuturkan, kebijakan ini diambil untuk menjaga pasokan pakan ternak lokal di tengah tren harga jagung yang masih tinggi dan cenderung naik.

Menurut laki-laki yang akrab disapa Zulhas ini, perpanjangan program SPHP jagung merupakan tindak lanjut dari surat permohonan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang menilai perlunya keberlanjutan bantuan hingga awal 2026.

“Bapanas bersurat kepada Kemenko Pangan, mengajukan permohonan Rakortas SPHP Jagung dengan pertimbangan usulan dari instansi terkait dan peternak agar SPHP dilanjutkan, melihat kondisi harga jagung yang tinggi,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (2/12).

Selain itu, sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 10 Tahun 2025, pemerintah menargetkan pengadaan cadangan jagung mencapai 1 juta ton hingga akhir 2025, dengan harga pokok penjualan (HPP) sebesar Rp 5.500 per kg.

Bapanas melaporkan, penyaluran SPHP jagung hingga 15 November 2025 telah mencapai 51.210 ton atau 98,26% dari target 52.400 ton.

“Rakortas Menko Pangan menyepakati penyaluran SPHP Jagung tahun 2025 sebesar 52.400 ton, sebagai bentuk penugasan Bapanas dan Bulog,” jelas Zulhas.

Zulhas menegaskan bahwa bantuan SPHP jagung diprioritaskan bagi peternak ayam dan babi lokal berskala kecil.

“Penyaluran SPHP ini untuk pengusaha lokal, peternak lokal. Jangan besar, yang besar kan sudah kuat,” katanya.

Dengan perpanjangan program SPHP jagung hingga Januari 2026, pemerintah menegaskan komitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan pakan bagi peternak lokal.

Kebijakan ini diharapkan mampu menekan biaya produksi sekaligus mendukung keberlangsungan usaha ternak kecil di tengah kenaikan harga jagung.

“Bantuan ini harus dimanfaatkan oleh peternak lokal agar tetap bisa berproduksi dan menjaga ketahanan pangan nasional,” pungkas Zulhas. (cnb/nur)

Editor : Nurista Purnamasari