RADAR SURABAYA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan cuaca ekstrem yang melanda Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir dipicu oleh bibit siklon 95B yang terus menguat hingga berubah menjadi Siklon Tropis Senyar.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani meminta pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi dampak lanjutan seperti banjir, banjir rob, tanah longsor, hingga pohon tumbang. Selain itu, nelayan dan pelaku transportasi laut diminta mewaspadai gelombang tinggi yang berpotensi mengganggu keselamatan pelayaran.
Dalam imbauannya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan tiga hal utama: pemerintah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan di wilayah terdampak, nelayan diminta berhati-hati terhadap gelombang tinggi, dan masyarakat diminta tetap tenang namun terus memperbarui informasi dari kanal resmi BMKG.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan bibit Siklon 95B di kawasan Selat Malaka, tepatnya di timur Aceh, telah berevolusi menjadi Siklon Tropis Senyar pada 26 November 2025 pukul 07.00 WIB.
Siklon tersebut berdampak signifikan terhadap peningkatan potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem yang dapat disertai angin kencang di wilayah sekitarnya.
BMKG juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah dan masyarakat terdampak, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir pesisir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat angin kencang. (*)
Editor : Lambertus Hurek