RADAR SURABAYA – Proses visa haji 2026 diprediksi lebih cepat dibanding tahun sebelumnya setelah Kementerian Haji dan Umrah resmi membuka pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap pertama.
Waktu persiapan yang lebih panjang dinilai akan memperlancar penyusunan manifes jemaah.
Plt Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur, As’adul Anam, mengatakan pemerintah Saudi memberikan tenggat hingga 1 Syawal untuk penyelesaian visa.
Dengan waktu empat bulan ke depan, ia optimistis proses pemvisaan tahun ini lebih tertata.
“Tahun lalu waktunya mepet dan banyak data yang harus diganti. Manifes awal terpisah karena visa belum keluar.
Tahun ini waktunya longgar sehingga penyusunan manifes bisa dilakukan sejak awal tanpa penggantian,” ujarnya, Selasa (25/11).
Ia menambahkan, batas akhir 1 Syawal diharapkan membuat kuota induk selesai tepat waktu dan mencegah pembukaan open seat. “Semakin banyak waktu, estimasinya semakin bagus,” katanya.
Pelunasan Bipih Percepat Proses Administrasi
Pelunasan Bipih reguler untuk musim haji 1447 H/2026 M dibuka mulai Senin (24/11) hingga 23 Desember.
Menurut Anam, percepatan pelunasan ini memberi tambahan waktu hingga dua bulan untuk memproses visa.
“Semakin cepat pelunasan, semakin panjang tenggang waktu untuk pemvisaan. Tahap kedua nanti bisa menyatu dengan jamaah yang terkendala pendampingan, sehingga proses lebih efisien,” jelasnya.
Progres Administrasi Haji Jatim 2026
Proses administrasi jemaah haji Jawa Timur juga menunjukkan perkembangan positif.
Verifikasi data: 93 persen
Tunda berangkat: 7 persen
Penerbitan paspor: 54 persen
Proses paspor: 23 persen
Belum memiliki paspor: 16 persen
Proses biovisa: 34 persen
Belum biovisa: 59 persen
“Sebagian belum masuk pelunasan karena datanya masih 93 persen,” ungkap Anam.