Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Alim Ulama Sepakat Tak Ada Pemakzulan Ketua PBNU Gus Yahya hingga Muktamar

Lambertus Hurek • Senin, 24 November 2025 | 23:24 WIB
Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan keterangan kepada awak media. (IST)
Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf memberikan keterangan kepada awak media. (IST)

RADAR SURABAYA – Silaturahmi alim ulama yang digelar di lantai 8 Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, Minggu (23/11) malam, menghasilkan tiga kesepakatan penting terkait dinamika internal organisasi. Pertemuan tersebut dilakukan secara hybrid dan dihadiri para kiai serta sejumlah pengurus harian PBNU untuk menjaga stabilitas di tengah ramainya isu pemakzulan.

Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori menyampaikan, seluruh kesepakatan diambil dengan semangat perbaikan. Para kiai memahami bahwa dinamika yang muncul belakangan ini telah menjadi perhatian publik sehingga perlu langkah kolektif yang menenangkan.

Dalam konferensi pers, Ahmad Said merinci tiga kesepakatan tersebut. Pertama, para kiai sepakat perlunya silaturahmi lanjutan dengan cakupan peserta yang lebih luas. Pertemuan lanjutan itu diharapkan menjadi ruang islahu al-dzati al-bayni atau upaya memperbaiki hubungan internal.

Menurut Asrori, seluruh peserta memahami bahwa persoalan internal PBNU kini menjadi konsumsi publik sehingga rekonsiliasi perlu diperkuat. Sebelumnya beredar luas isu bahwa Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya diminta mundur dalam tempo tiga hari terhitung sejak 21 November.

Kedua, forum sepakat bahwa kepengurusan PBNU tetap berjalan penuh hingga muktamar berikutnya yang digelar sekitar satu tahun lagi. Tidak ada pemakzulan, tidak ada desakan pengunduran diri, dan struktur organisasi tetap lengkap sampai akhir periode. Asrori menegaskan seluruh peserta pertemuan bersuara bulat mendukung kelanjutan kepengurusan.

Ketiga, seluruh kiai dan alim ulama yang hadir mendorong penguatan spiritual melalui tafakur dan mujahadah demi kemaslahatan warga NU dan masyarakat luas. Mereka mengingatkan pentingnya memohon pertolongan Allah agar organisasi tetap kuat dan mampu melewati dinamika yang ada.

Asrori memastikan tidak ada dorongan untuk menurunkan siapa pun dari jajaran kepengurusan PBNU. Semua pihak, katanya, berkomitmen menjaga persatuan dan menyelesaikan masa khidmah hingga muktamar mendatang. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Ketua PBNU Diminta Mundur #PBNU #Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf #gus yahya