Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Buaya Raksasa di Indragiri Hilir Mati Gara-Gara Perutnya Penuh Sampah dan Benda Tajam

Nurista Purnamasari • Senin, 24 November 2025 | 18:15 WIB

 

Buaya raksasa di Indragiri Hilir, Riau yang mati dan didalam perutnya dipenuhi benda asing.
Buaya raksasa di Indragiri Hilir, Riau yang mati dan didalam perutnya dipenuhi benda asing.

RADAR SURABAYA - Seekor buaya raksasa bernama Si Undan dengan panjang 5,7 meter dan berat 585 kilogram ditemukan mati setelah sebelumnya dievakuasi dari Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Hasil pemeriksaan menunjukkan perut buaya tersebut dipenuhi berbagai benda asing, mulai dari plastik, pecahan TV tabung, hingga mata tombak.

Buaya yang sempat dirawat sejak awal November 2025 oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil itu awalnya mengalami luka lecet di bagian kaki dan tangan. Namun kondisinya semakin memburuk hingga akhirnya mati pada Kamis (20/11/2025).

Kepala DPKP Inhil, Junaidi, menjelaskan bahwa bangkai buaya dikirim ke Jakarta atas permintaan lembaga konservasi di bawah binaan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan RI.

“Pengiriman bangkai buaya itu atas permintaan lembaga konservasi untuk preparasi dan diawetkan,” ujarnya.

Penemuan isi perut buaya yang menyerupai “tempat sampah” menimbulkan keprihatinan. Sampah plastik, benda elektronik, hingga logam tajam yang masuk ke tubuh buaya diduga menjadi penyebab utama kematiannya.

Kondisi ini sekaligus mencerminkan parahnya pencemaran lingkungan di kawasan sungai. “Ternyata isinya mengejutkan, mulai dari plastik, elektronik hingga benda tajam. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya masalah sampah di sungai kita,” kata seorang petugas DPKP Inhil saat pemeriksaan.

Kematian Si Undan menjadi peringatan keras tentang dampak pencemaran lingkungan terhadap satwa liar.

Buaya raksasa yang seharusnya menjadi ikon ekosistem sungai justru mati akibat menelan sampah manusia.

Pemerintah daerah bersama lembaga konservasi kini berupaya mengawetkan bangkai buaya tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga kebersihan sungai dan habitat alami.

Kasus ini menegaskan bahwa sampah plastik dan limbah elektronik bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup satwa liar.

Ke depan, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap pengelolaan sampah agar tragedi serupa tidak terulang. (net/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#indragiri hilir #buaya raksasa #buaya mati #riau