Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Bangunan SMKN 1 Gunung Putri Roboh Diterjang Hujan dan Angin, 44 Siswa Terluka

Nurista Purnamasari • Selasa, 4 November 2025 | 03:48 WIB

RUSAK PARAH: Bangunan SMKN 1 Gunung Putri Bogor yang roboh akibat hujan angin.
RUSAK PARAH: Bangunan SMKN 1 Gunung Putri Bogor yang roboh akibat hujan angin.

RADAR SURABAYA - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Senin (3/11) sore menyebabkan salah satu bangunan SMKN 1 Gunung Putri roboh.

Insiden ini mengakibatkan 44 siswa mengalami luka-luka, dua di antaranya dalam kondisi serius.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, saat sebagian siswa masih berada di lingkungan sekolah untuk berteduh.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, bangunan yang roboh merupakan satu gedung berisi lima ruang kelas.

Empat kelas sedang digunakan oleh siswa, masing-masing berisi sekitar 36 orang, sementara satu kelas lainnya sedang praktik di luar ruangan.

“Saat hujan deras, dahan pohon besar di belakang sekolah tumbang dan menimpa gedung hingga roboh,” jelas Yudi.

Sebagian siswa telah pulang, namun puluhan lainnya masih berada di dalam gedung atau berteduh di mushala.

Akibat robohnya bangunan, 22 siswa mengalami luka ringan dan dirawat di puskesmas, 18 lainnya dibawa ke Klinik Kenari, sementara dua siswa dirujuk ke RS Hermina dan dua lainnya ke RSUD Cileungsi karena luka berat.

Penanganan darurat melibatkan 20 personel Damkar, BPBD Kabupaten Bogor, tim SAR, PMI, relawan, dan aparat kepolisian.

Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, menyatakan pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan pendataan dan evakuasi.

“Kami terus berkoordinasi dengan tim medis dan pihak sekolah untuk memastikan semua korban tertangani,” ujarnya

Camat Gunung Putri, Kurnia Indra, menyebutkan bahwa bangunan yang roboh kemungkinan merupakan bangunan lama yang sudah tidak layak.

“Iya benar, kemungkinan bangunan lama. Ditambah cuaca ekstrem, jadi roboh,” katanya.

Hal ini diperkuat oleh laporan visual yang menunjukkan kerusakan parah pada struktur atap dan dinding bangunan.

Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Bogor memang tengah memasuki puncak musim hujan dengan intensitas tinggi dan potensi angin kencang.

BMKG juga telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Jawa Barat sejak akhir Oktober 2025.

Peristiwa robohnya bangunan SMKN 1 Gunung Putri menjadi pengingat pentingnya evaluasi berkala terhadap kelayakan infrastruktur sekolah, terutama di daerah rawan bencana. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#bogor #atap ambruk #bencana #hujan deras #Gunung Putri #bangunan sekolah roboh