Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Dua Bocah 9 Tahun Tenggelam di Sungai Ciliman Pandeglang, Baru Ditemukan Usai Dua Hari Pencarian

Nurista Purnamasari • Senin, 27 Oktober 2025 | 21:21 WIB

Ilustrasi bocah tenggelam.
Ilustrasi bocah tenggelam.

RADAR SURABAYA - Tragedi tenggelamnya dua anak di Sungai Ciliman, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengundang duka mendalam. Tim SAR Banten berhasil menemukan jasad dua bocah laki-laki yang sebelumnya dilaporkan hilang saat bermain dan berenang di sungai tersebut.

Korban diketahui bernama Haikal dan Habibi, masing-masing berusia 9 tahun, yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah pencarian intensif selama dua hari.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa pencarian dimulai sejak Sabtu (25/10), setelah laporan hilangnya dua anak diterima dari warga Kampung Ranca Hideung, Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi.

Kedua korban diduga hanyut terbawa arus saat berenang di Sungai Ciliman yang saat itu memiliki debit air cukup deras.

"Kedua korban, masing-masing bernama Haikal dan Habibi, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," ujar Al Amrad, Senin (27/10).

Jasad pertama atas nama Haikal ditemukan pada Senin pagi (27/10) pukul 06.10 WIB, berjarak sekitar 4,5 kilometer dari lokasi kejadian.

Sekitar 40 menit kemudian, jasad Habibi ditemukan sejauh 5 kilometer dari titik awal mereka berenang.

Tim SAR langsung mengevakuasi kedua korban ke Puskesmas Perdana Sukaresmi untuk pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada keluarga di Kampung Taraju, Desa Karyasari.

Peristiwa tenggelamnya Haikal dan Habibi menjadi pengingat penting bagi orang tua dan masyarakat akan bahaya bermain di sungai tanpa pengawasan. Meski upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh tim SAR, nyawa kedua bocah tak tertolong.

Pemerintah daerah dan aparat setempat diimbau untuk meningkatkan edukasi keselamatan air dan memasang rambu peringatan di titik-titik rawan.

Keselamatan anak-anak adalah tanggung jawab bersama, dan langkah pencegahan harus menjadi prioritas utama agar tragedi serupa tidak kembali terjadi. (dtk/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#tenggelam di sungai #tim sar #pandeglang #Banten #Bocah Tenggelam