Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Gunung Ile Lewotolok di Pulau Lembata NTT Masih Erupsi, PVMBG Tetap Tetapkan Status Siaga Level III

Lambertus Hurek • Kamis, 23 Oktober 2025 | 19:39 WIB
Gunung Ile Lewotolok di Pulau Lembata NTT masih aktif erupsi. (IST)
Gunung Ile Lewotolok di Pulau Lembata NTT masih aktif erupsi. (IST)

RADAR SURABAYA – Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, masih menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Gunung setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut itu telah erupsi sejak akhir 2019 dan hingga kini masih berstatus Siaga atau Level III.

Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok periode 22 Oktober 2025 pukul 12.00–18.00 WITA, kondisi cuaca di sekitar gunung terpantau cerah hingga berawan dengan suhu udara 30–31,8 derajat Celsius. Angin bertiup lemah ke arah barat dan barat laut.

Secara visual, gunung terlihat jelas hingga kabut tipis. Asap kawah bertekanan lemah berwarna putih hingga kelabu teramati dengan intensitas tipis hingga sedang, setinggi 10–200 meter di atas puncak kawah. Petugas juga mencatat suara gemuruh lemah dari kawah gunung.

Dalam periode pengamatan yang sama, aktivitas kegempaan didominasi gempa hembusan sebanyak 43 kali dengan amplitudo 1,6–5,8 mm dan durasi 28–32 detik. Selain itu, tercatat satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2,2 mm dan durasi 102 detik.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap menetapkan status Gunung Ile Lewotolok pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas kawah. Warga juga diminta waspada terhadap potensi guguran lava, awan panas, serta ancaman lahar saat musim hujan.

PVMBG menegaskan agar masyarakat tidak panik apabila mendengar suara gemuruh atau dentuman dari arah gunung, karena hal itu merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang masih berlangsung.

Penduduk disarankan menggunakan masker dan pelindung mata untuk menghindari dampak abu vulkanik, serta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, atau Badan Geologi di Bandung untuk memperoleh informasi terbaru. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#erupsi ile lewotolok #Pulau Lembata NTT #gunung ile ape #ile ape meletus #Ile Lewotolok