RADAR SURABAYA- Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jawa Timur, Muhammad Nabil, menegaskan pentingnya fokus dan kedisiplinan para atlet dalam menghadapi PON Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah, yang digelar pada 11–21 Oktober 2025.
Ia meminta seluruh kontingen untuk menjaga kondisi fisik dan mental demi meraih hasil maksimal.
“Saya berharap para atlet Jawa Timur tetap menjaga kesehatan masing-masing. Ini sangat penting untuk kembali fokus pada pertandingan besok.
Tujuan kita datang ke Kudus adalah bertanding dan meraih prestasi. Tidak perlu memikirkan hal lain, fokus, fokus, dan fokus,” ujar Muhammad Nabil, Sabtu.
Jawa Timur dipastikan mengikuti sepuluh cabang olahraga bela diri pada ajang ini. Meski persiapan dinilai singkat, Nabil menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan semangat juang.
“PON Bela Diri kali ini memang berlangsung cukup mendadak dan persiapan seluruh daerah sangat singkat. Namun, itu bukan alasan. Kami ingin semua komponen, KONI, atlet, dan pelatih, saling menguatkan demi tujuan bersama,” tambahnya.
Mental Juara Jadi Kunci
Muhammad Nabil juga menekankan pentingnya mental tanding. Menurutnya, para atlet Jawa Timur tidak boleh gentar menghadapi lawan mana pun, termasuk tuan rumah.
“Jangan kalah sebelum bertanding. Semua memiliki kesempatan yang sama, peluang menang juga sama. Tidak ada yang istimewa, bahkan tuan rumah sekalipun,” tegasnya.
Kontingen Minimalis, Target Maksimal
Pada PON Bela Diri 2025, Jawa Timur mengirimkan 79 atlet dan 23 pelatih. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan kontingen besar seperti Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah yang menurunkan lebih dari 200 atlet.
Meski demikian, semua atlet dipilih melalui proses ketat berdasarkan hasil PON XXI 2024 Aceh–Sumut dan berbagai single event nasional maupun internasional.
Nabil tetap optimistis. Ia menilai ajang ini bukan hanya soal gengsi daerah, tetapi juga wadah penting untuk menyeleksi atlet potensial yang kelak bisa membela Indonesia di kancah internasional.
“Ini momentum untuk menunjukkan kualitas. Jawa Timur selalu dikenal sebagai penghasil atlet berprestasi, dan ajang ini menjadi pembuktian sekaligus pencarian talenta masa depan Indonesia,” tuturnya.(rak)
Editor : Rahmat Adhy Kurniawan