RADAR SURABAYA - Gelombang protes terhadap kepemimpinan Bupati Indramayu, Lucky Hakim, memuncak dalam aksi demonstrasi yang digelar oleh Gerakan Rakyat Indramayu (GRI) pada Selasa (7/10).
Massa menuntut Lucky mundur dari jabatannya karena dinilai gagal memenuhi janji kampanye dan tidak memahami karakter masyarakat Indramayu.
Aksi ini berlangsung tepat di hari jadi Kabupaten Indramayu dan menjadi simbol perlawanan warga terhadap kepemimpinan yang dianggap tidak amanah.
Dalam aksi yang digelar di pusat kota, GRI bahkan menyiapkan sebuah bus bertuliskan “Pulangkan Lucky Hakim ke Cilacap!!” sebagai simbol pemulangan sang Bupati ke kampung halamannya di Jawa Tengah.
Koordinator aksi, Muhammad Sholihin, menyebut bahwa Lucky tidak menunjukkan kepemimpinan yang berpihak pada rakyat.
“Sudah saatnya Indramayu dipimpin oleh sosok yang benar-benar memahami karakter rakyatnya,” ujar Sholihin di hadapan massa.
Lucky Hakim dianggap gagal mewujudkan janji kampanye, terutama terkait perbaikan infrastruktur desa dan bantuan untuk petani.
Sejumlah peserta aksi menyebut janji-janji tersebut hanya terpampang di spanduk dan baliho tanpa realisasi nyata di lapangan.
Di bodi bus yang disiapkan secara simbolik, tertulis 10 tudingan terhadap Lucky Hakim, mulai dari dugaan KKN, transaksi jabatan, hingga kebijakan pajak yang dinilai memberatkan petani dan pelaku usaha hiburan.
Menanggapi gelombang kritik, Lucky Hakim mengunggah video klarifikasi di akun Instagram pribadinya @luckyhakimofficial pada Kamis (9/10/) dini hari.
Ia menyebut bahwa aktivitas padat selama perayaan hari jadi Indramayu membuat sejumlah pekerjaan tertunda.
Meski belum memberikan tanggapan langsung atas tuntutan mundur, publik menanti langkah konkret dari sang Bupati untuk menjawab keresahan warga. (trn/nur)
Editor : Nurista Purnamasari