Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Pengurus Baru PWI Pusat 2025–2030 Siap Perkuat Ekosistem Pers Nasional

Rahmat Adhy Kurniawan • Minggu, 5 Oktober 2025 | 09:22 WIB
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir memimpin Pengukuhan Pengurus PWI Pusat Masa Bakti 2025-2030 di Monumen Pers Nasional Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (4/10/2025).
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir memimpin Pengukuhan Pengurus PWI Pusat Masa Bakti 2025-2030 di Monumen Pers Nasional Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (4/10/2025).

RADAR SURABAYA — Pengurus baru Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat masa bakti 2025–2030 resmi dikukuhkan di Monumen Pers Nasional, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (4/10).

Dalam momentum tersebut, PWI menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem pers nasional agar tetap sehat, kuat, dan berkualitas di era digital.

Fokus Bangun Ekosistem Pers yang Sehat

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menyatakan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan berbagai mitra, termasuk pemerintah, untuk memastikan dunia pers nasional tumbuh secara berkelanjutan.

“Kuat dalam ekonominya, perusahaan pers besar, kecil, dan menengah bisa hidup; produk pers sehat dan berkualitas; serta publik memperoleh informasi yang sehat,” ujar Munir di hadapan para tamu undangan.

Menurut alumnus Universitas Jember (Unej) ini, keberlangsungan pers yang sehat tidak hanya bergantung pada idealisme, tetapi juga pada keseimbangan ekonomi dan inovasi yang sesuai dengan tantangan zaman.

Digitalisasi Jadi Prioritas Utama

Munir menekankan pentingnya peningkatan kemampuan digital di kalangan wartawan anggota PWI. Dunia media saat ini, katanya, tengah mengalami perubahan besar akibat disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

“Kami ingin teman-teman wartawan makin akrab dengan teknologi, termasuk dalam sistem kelembagaan PWI.

Digitalisasi akan menjadi motor penggerak organisasi di masa depan,” tegas Direktur Utama Perum LKBN ANTARA itu.

Langkah ini disebut sejalan dengan visi PWI untuk mendorong lahirnya ekosistem media modern yang adaptif dan berbasis digital, tanpa meninggalkan nilai-nilai jurnalistik yang independen dan berintegritas.

Meutya Hafid Dukung Spirit Persatuan

Munir juga menjelaskan alasan pemilihan Kota Solo sebagai lokasi pengukuhan pengurus baru. Ia menyebut, hal itu merupakan usulan dari Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, yang dinilai memiliki kedekatan emosional dengan dunia jurnalistik.

“Ibu Meutya Hafid sadar betul karena beliau juga berdarah wartawan, sehingga sangat menjiwai semangat persatuan yang harus kita bangun. Sebelum kongres persatuan, PWI sempat terbelah dan berada di titik nadir eksistensi organisasi,” tutur Munir.

Melalui Kongres Persatuan yang menghasilkan kabinet baru ini, Munir berharap roh perjuangan para pendiri PWI kembali hidup di tengah dinamika industri media yang terus berubah.

Pulihkan Marwah dan Persatuan PWI

Munir mengakui, dalam dua tahun terakhir organisasi sempat mengalami stagnasi. Akibatnya, komunikasi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan di daerah menjadi terbatas.

“Banyak PWI kabupaten/kota sempat lumpuh. Karena itu, persatuan adalah kata kunci untuk membangkitkan kembali organisasi dan mengembalikan marwah PWI,” tegasnya.

Ia menambahkan, tantangan terbesar insan pers saat ini adalah menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus berita palsu dan konten tidak sehat.

“Sekarang informasi bercampur-baur. Pemerintah ingin masyarakat mengonsumsi informasi yang sehat dan bergizi. Itulah tugas kita, agar pers Indonesia bisa menjadi sumber informasi yang sehat dan terpercaya,” ucapnya.

Munir menutup dengan harapan agar sinergi antara pemerintah dan PWI dapat memperkuat literasi publik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap media.

“Jika masyarakat sehat, maka pers juga akan sehat, kuat, dan berkualitas,” pungkasnya.(rak)

Editor : Rahmat Adhy Kurniawan
#surakarta #persatuan wartawan indonesia (pwi) #Akhmad Munir #monumen pers nasional